Tetapi berapa banyak persoalan rakyat yang pernah dibawa masuk dan berapa banyak yang berhasil diperjuangkan keluar.
Amir juga mengingatkan soal dinamika internal. Menuju 2029 akan ada kompetisi. Akan ada ambisi. Akan ada perbedaan kepentingan. Itu biasa.
Yang tidak boleh biasa adalah ketika kompetisi berubah menjadi permusuhan. Ambisi pribadi tidak boleh mengalahkan kepentingan organisasi.
Baca Juga:Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih KeringDorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat Kolaborasi
Kader yang mendapat amanah harus merangkul. Yang belum mendapat kesempatan tetap harus bekerja. Senior dihormati. Kader muda diberi ruang. Para pejuang lama tidak dilupakan.
Sebab partai bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi. Partai juga tentang siapa yang tetap berdiri ketika kursi itu belum tersedia. Dan rakyat, kata Amir, melihat semuanya.
Cara kader bersikap. Cara pengurus menyelesaikan konflik. Cara partai hadir ketika masyarakat membutuhkan. “Jika kita tidak mampu menjaga kekompakan di dalam, akan sulit meyakinkan masyarakat bahwa kita mampu memperjuangkan kepentingan mereka,” katanya.
Akhirnya, gedung itu resmi digunakan. Seremoninya selesai. Foto bersama selesai.Gunting pita selesai. Tetapi pekerjaan belum. Justru baru dimulai.
Amir meminta Gedung Sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Ciamis menjadi pusat pengabdian, kaderisasi dan pelayanan masyarakat.
Rawat gedungnya. Hidupkan organisasinya. Besarkan pengabdiannya. Dan bangun kepercayaan rakyat. Sebab gedung bisa dibangun dalam hitungan bulan.
Tetapi kepercayaan rakyat dibangun bertahun-tahun. Dan bisa runtuh hanya dalam satu hari. Maka peresmian gedung hari itu bukanlah garis akhir.
Baca Juga:BNI Bikin Keseruan Jatinangor Music Fest Makin LengkapDari Iwan Saputra ke Demi Hamzah: Estafet Senapan, Estafet Prestasi!
Ia lebih mirip garis start. Cat gedung boleh masih baru. Tetapi pekerjaan politik harus segera berdebu. Debu dari jalan desa. Debu dari pasar. Debu dari sawah. Debu dari rumah rakyat. Di situlah, barangkali, rumah perjuangan benar-benar menjadi rumah rakyat. (red)
