TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Musim kemarau di Kota Tasikmalaya diprediksi masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Berdasarkan data prediksi curah hujan, kondisi hujan mulai meningkat pada November, namun intensitas yang lebih tinggi baru diperkirakan terjadi pada Desember 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, berdasarkan data yang diterima hingga pekan lalu, curah hujan pada Oktober masih berada pada kategori rendah. “Untuk Oktober, prediksi curah hujannya masih rendah, sekitar 20 sampai 50 milimeter dan 50 sampai 100 milimeter,” kata Budi saat diwawancarai, Selasa (22/9/2026).
Sementara memasuki November, curah hujan diprediksi mulai berada pada kategori menengah dengan kisaran 100-150 milimeter. Kondisi tersebut diperkirakan semakin meningkat pada Desember dengan curah hujan berkisar 150-200 milimeter hingga 200-300 milimeter.
Baca Juga:Dorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat KolaborasiBNI Bikin Keseruan Jatinangor Music Fest Makin Lengkap
Selain volume curah hujan, sifat hujan juga menunjukkan pola yang perlu diwaspadai. Pada Oktober, sifat hujan diprediksi berada di bawah normal dengan persentase 0-30 persen. Kondisi tersebut berlanjut pada November dengan sifat hujan di bawah normal pada kisaran 30-50 persen. “Sedangkan untuk Desember, sifat hujan diprediksi sudah masuk kategori normal, sekitar 85 sampai 115 persen,” ujarnya.
Budi menjelaskan, data tersebut menjadi salah satu dasar bagi BPBD dalam melakukan langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau maupun perubahan kondisi cuaca menjelang musim hujan.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi kekeringan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Di sisi lain, ketika curah hujan mulai meningkat, masyarakat juga diminta bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang maupun angin kencang.
“Artinya, masyarakat jangan hanya bersiap menghadapi kekeringan. Ketika hujan mulai turun dan intensitasnya meningkat, potensi bencana lain juga harus diantisipasi,” katanya.
BPBD Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama periode kemarau, terutama untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Memasuki masa peralihan menuju musim hujan, masyarakat diminta membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta memastikan lingkungan sekitar rumah tidak memiliki titik rawan genangan.
