TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tak lagi bisa dipandang sebagai teknologi masa depan.
Di lingkungan sekolah, AI mulai didorong menjadi alat bantu untuk memangkas pekerjaan administratif, memperkaya bahan ajar, hingga menciptakan ruang belajar yang lebih kreatif.
Hal itu menjadi salah satu fokus dalam workshop AI Educator Day 2026 yang digelar Program Studi Teknik Informatika Universitas Mayasari Bakti (UMB) bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) Kota Tasikmalaya pada 19 Agustus 2026.
Baca Juga:Cegah Anemia Remaja Putri, Pemkot Tasikmalaya Gencarkan Aksi Bergizi di SekolahPedagang Dadaha Kota Tasikmalaya Keluhkan Sepinya Pembeli, 1.000 Paket Sembako Jadi Napas Bantuan
Mengusung tema Berkolaborasi Membangun Ruang Belajar Kreatif dengan Pemanfaatan Generative AI, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk belajar menggunakan teknologi AI secara praktis, sekaligus memahami sisi etika dan keamanan digital.
Wakil Rektor I Universitas Mayasari Bakti, Dewanto Rosian Adhy, S.T., M.T., mengatakan pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan perlu diarahkan untuk mempercepat digitalisasi sekolah.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong percepatan digitalisasi dan integrasi teknologi kecerdasan buatan di lingkungan sekolah menengah,” ujar Dewanto.
Workshop yang berlangsung secara luring di Universitas Mayasari Bakti itu diikuti sekitar 50 peserta dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Pesertanya tidak hanya guru PPLG, tetapi juga guru mata pelajaran umum, operator Dapodik, tenaga kependidikan hingga perwakilan siswa.
Pelibatan lintas unsur tersebut dinilai penting. Sebab, transformasi digital sekolah tidak cukup hanya dibebankan kepada guru yang mengajar mata pelajaran teknologi.
Seluruh ekosistem sekolah perlu memiliki pemahaman dasar agar pemanfaatan AI tidak berhenti sebatas tren.
Baca Juga:Hayu Gawe Go Tiap Pekan! Disnaker Kota Tasikmalaya Terus Permudah Hubungkan Pencari Kerja dan PerusahaanGeng Motor Mengganas Lagi di Kota Tasikmalaya, Mahasiswa Demo Gedung DPRD Hingga Malam Hari
Dosen Teknik Informatika Universitas Mayasari Bakti sekaligus fasilitator sesi pertama, Siti Maesaroh, S.T., M.Kom., menilai perkembangan Generative AI seharusnya tidak disikapi dengan ketakutan berlebihan.
Menurutnya, AI justru dapat menjadi momentum bagi guru untuk memperkuat praktik pembelajaran yang selama ini telah berjalan.
“Perkembangan Generative AI saat ini menawarkan peluang yang luar biasa positif untuk mendukung produktivitas dan ekosistem pendidikan, khususnya di jenjang SMA/SMK. Ketimbang kita melihatnya sebagai hal baru yang merepotkan atau mengancam profesi guru, AI justru menawarkan efisiensi waktu dan tenaga yang sangat signifikan,” ungkapnya.
