TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya bersahabat, para pedagang kecil dan pelaku UMKM harus tetap memutar roda usaha.
Namun, persoalannya bukan hanya modal dan harga kebutuhan, melainkan juga pembeli yang kian sepi.
Kondisi itu dirasakan sejumlah pedagang dan pelaku UMKM di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Hayu Gawe Go Tiap Pekan! Disnaker Kota Tasikmalaya Terus Permudah Hubungkan Pencari Kerja dan PerusahaanGeng Motor Mengganas Lagi di Kota Tasikmalaya, Mahasiswa Demo Gedung DPRD Hingga Malam Hari
Rabu (9/9/2026) pagi, mereka berkumpul di area GOR Sukapura Dadaha untuk menerima bantuan paket sembako sekaligus mengikuti cek kesehatan gratis (CKG).
Sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Arfan Foundation bersama Brigif Raider 13/Galuh Rahayu/1 Kostrad. Bantuan tersebut diberikan kepada pedagang dan pelaku UMKM yang sebelumnya telah terdata dan memegang kupon.
Antrean warga terlihat sejak pagi. Meski jumlah penerima cukup banyak, proses pembagian berlangsung tertib. Para penerima cukup menunjukkan kupon kepada panitia sebelum mendapatkan paket sembako.
Danbrigif Raider 13/Galuh Rahayu/1 Kostrad Kolonel Inf Roihan Hidayatullah mengatakan, bantuan tersebut sengaja menyasar pedagang dan pelaku UMKM karena kelompok tersebut dinilai menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.
“Brigif 13 bersama Arfan Foundation menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian sembako kepada 1.000 UMKM dan PKL serta pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Roihan.
Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat, terutama para pedagang yang tetap harus menjalankan usaha di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.
“Menurut hemat kami, mereka-mereka inilah yang menjadi tulang punggung ekonomi negara dan kondisinya memang perlu mendapat uluran tangan dari mereka yang memiliki ekonomi lebih,” ujarnya.
Baca Juga:Agus Nugraha Pimpin Gapensi Kota Tasikmalaya, Regenerasi dan Profesionalisme Jadi Pekerjaan RumahJam Kerja Pegawai Pemkot Tasikmalaya Akan Berubah, Masuk Lebih Pagi
Bantuan sembako itu pun terasa relevan bagi para pedagang yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari transaksi jual beli. Sebab, ketika pembeli berkurang, kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.
Salah seorang penerima manfaat, Aris Rahmat (42), mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Ia menyebut kondisi pedagang saat ini tidak selalu ramai, terutama ketika jumlah pengunjung menurun.
“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat ulang tahun untuk Brigif. Terima kasih juga kepada Bapak Fauzan. Mudah-mudahan semakin diperbanyak bansos untuk kita semua,” kata Aris.
