TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Inovasi sederhana berbahan limbah rumah tangga berhasil membawa nama SMP Quranic Science Boarding School (QSBS) Yayasan Al-Kautsar 561 Desa Rajadatu, Kecamatan Cineam, meraih prestasi tertinggi dalam ajang Gebyar STEAM SMP Kabupaten Tasikmalaya 2026.
Melalui karya Eco IoT, tim riset SMP QSBS Cineam berhasil menjadi juara pertama setelah memperoleh nilai 284 dari dewan juri. Karya tersebut dinilai mampu menggabungkan konsep sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika dalam sebuah solusi nyata untuk persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Kompetisi yang digelar pada Selasa, 29 September 2026 di Graha Nanjung, Singaparna, tersebut mempertemukan berbagai inovasi pelajar SMP. Posisi kedua diraih SMPN 2 Singaparna dengan karya Eco Safe yang memperoleh 275 poin, sementara SMPN 1 Padakembang menempati posisi ketiga melalui inovasi Pelampung dengan raihan 271 poin.
Baca Juga:Gebyar STEAM Tingkat SMP Sangat Relevan dengan Permasalahan Sampah di Kabupaten TasikmalayaGebyar STEAM Kabupaten Tasikmalaya Dorong Pelajar SMP Ciptakan Inovasi Solusi Sampah
Keberhasilan SMP QSBS Cineam tidak diraih secara instan. Tim riset bersama pembina dan guru telah mempersiapkan penelitian serta pengembangan produk sejak April 2026.
Pembina Riset SMP QSBS Cineam, Aida Nursidah, menjelaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara tim riset sekolah dan ekstrakurikuler robotika yang secara konsisten mengembangkan berbagai proyek berbasis STEAM.
“Kami bangga terhadap peserta didik kami di SMP QSBS yang berhasil berprestasi di Gebyar STEAM SMP ini,” ungkapnya kepada Radartasik.id.
Menurutnya, budaya riset dan sains Quran yang diterapkan di sekolah menjadi salah satu faktor yang mendorong para siswa aktif mengikuti berbagai kompetisi penelitian dan inovasi teknologi.
Persiapan panjang tersebut mencakup penyusunan konsep penelitian, pembuatan prototipe, hingga simulasi presentasi agar siswa mampu menjelaskan karya mereka secara baik di hadapan para juri.
Karya yang membawa SMP QSBS Cineam menjadi juara pertama tersebut mengangkat tema pengolahan limbah organik dan nonorganik menggunakan sistem pemupukan otomatis berbasis Internet of Things (IoT).
Ketua Tim STEAM SMP QSBS Cineam, Megah Zulfa Magfira, menjelaskan bahwa inovasi tersebut memanfaatkan galon bekas sebagai media utama pengolahan limbah.
Baca Juga:Dosen Unsil Dorong Guru SMA Terpadu Darussalam Ciptakan Pembelajaran Digital Berbasis POE2WESoal Gebyar STEAM SMP Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana: Solusi dengan Hasil Karya
Dalam sistem tersebut, limbah organik dimasukkan ke bagian atas wadah untuk melalui proses fermentasi. Setelah proses tersebut berlangsung, hasil olahan akan bergerak menuju bagian bawah yang telah disiapkan sebagai tempat penampungan.
