TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Melalui ajang Gebyar Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) SMP Kabupaten Tasikmalaya, para pelajar didorong menghadirkan gagasan dan karya inovatif sebagai solusi menghadapi persoalan lingkungan.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya Bebas Sampah” tersebut digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya di Aula Graha Nanjung, Cintaraja, Singaparna, Selasa, 29 September 2026.
Ratusan siswa SMP dari berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan berbagai hasil karya berbasis pendekatan STEAM yang diarahkan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Baca Juga:Fortuna Motor Perluas Pasar ke Pelosok Tasikmalaya Lewat Program Road to SeribuBukan Cuma Minum Kopi, Ini Cara Aman Lawan Kantuk Saat Berkendara yang Dipelajari Mahasiswa Widyatama
Melalui Gebyar STEAM SMP Kabupaten Tasikmalaya, peserta tidak hanya dituntut memahami konsep sains dan teknologi, tetapi juga mengembangkan kreativitas untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Beragam ide dan karya yang ditampilkan menjadi bentuk nyata bagaimana pendidikan dapat berperan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Para siswa diajak melihat sampah bukan hanya sebagai permasalahan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan inovasi yang memiliki nilai manfaat.
Saat menghadiri kegiatan, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr H Usman Kusmana SAg MSi, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gebyar STEAM tersebut.
Menurutnya, kegiatan yang digelar Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan kondisi lingkungan yang dihadapi daerah saat ini.
Ia menilai tema mengenai upaya mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya bebas sampah sangat relevan karena persoalan sampah membutuhkan pendekatan baru, termasuk melalui kreativitas generasi muda.
Usman menyampaikan bahwa kegiatan STEAM menjadi salah satu cara untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada para pelajar sejak usia dini.
Baca Juga:SMAN 9 Bandung Cetak Sejarah, SMA BPK Penabur Cirebon Pertahankan Tahta di Honda DBL 2026 Jawa BaratDosen Unsil Dorong Guru SMA Terpadu Darussalam Ciptakan Pembelajaran Digital Berbasis POE2WE
Kesadaran tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah.
Selain membangun kesadaran, karya yang dihasilkan para siswa juga diharapkan mampu memberikan alternatif solusi bagi pengelolaan maupun pengolahan sampah di Kabupaten Tasikmalaya.
“Persoalan sampah yang dihadapi di Kabupaten Tasikmalaya ini bisa ada solusi dengan hasil karyanya,” paparnya. (Diki Setiawan)
