BANDUNG, RADARTASIK.ID – Secangkir kopi sering menjadi teman perjalanan bagi banyak pengendara untuk mengusir rasa kantuk. Namun, di balik aroma dan kandungan kafeinnya, muncul pertanyaan penting: apakah kopi benar-benar mampu menggantikan waktu istirahat ketika tubuh sudah mengalami kelelahan?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu topik utama dalam seminar safety riding “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” yang digelar oleh PT Daya Adicipta Motora (DAM) di Universitas Widyatama, Bandung, Kamis (24/9). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental sebelum berada di jalan.
Seminar yang diikuti sekitar 150 mahasiswa dan civitas akademika Universitas Widyatama tersebut mengangkat pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi muda, mulai dari kebiasaan minum kopi, kesadaran berlalu lintas, hingga pentingnya mengambil keputusan tepat ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk berkendara.
Baca Juga:SMAN 9 Bandung Cetak Sejarah, SMA BPK Penabur Cirebon Pertahankan Tahta di Honda DBL 2026 Jawa BaratDosen Unsil Dorong Guru SMA Terpadu Darussalam Ciptakan Pembelajaran Digital Berbasis POE2WE
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai bidang yang memberikan sudut pandang berbeda mengenai keselamatan berkendara. Amizar Maas sebagai pemateri safety riding menjelaskan pentingnya pengendara memahami kondisi tubuh sebelum memulai perjalanan.
Rasa lelah dan kantuk menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan konsentrasi serta memperlambat respons seseorang ketika menghadapi situasi tidak terduga di jalan. Karena itu, pengendara perlu mengetahui batas kemampuan diri dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi fisik sudah menurun.
Sementara itu, Stanislaus Dismas yang merupakan barista sekaligus pegiat kopi memberikan pemahaman mengenai karakteristik kopi, termasuk kandungan kafein dan pengaruhnya terhadap tubuh. Kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dalam situasi tertentu, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Peserta seminar juga diberikan pemahaman bahwa ketika rasa kantuk muncul saat berkendara, tindakan paling aman bukan sekadar menambah konsumsi kopi, melainkan berhenti di lokasi yang aman untuk memulihkan kondisi sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Selain membahas aspek fisik pengendara, seminar safety riding ini juga menyoroti pentingnya kesadaran hukum dan kedisiplinan dalam berlalu lintas. AKP Fiekry Adi Perdana SIKom, CPHR dari kepolisian memberikan edukasi mengenai perilaku berkendara yang bertanggung jawab serta peran generasi muda dalam menciptakan budaya keselamatan di jalan.
