Peluang untuk UMKM Kota Tasikmalaya, Haji Umroh Store Bisa Mendongkrak Pendapatan

Kemenhaj Kota Tasikmalaya Husna Mustofa
‎‎Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Tasikmalaya H Husna Mustopa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tasikmalaya didorong memanfaatkan aplikasi Haji Umroh Store yang baru diluncurkan Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia.

‎‎Platform tersebut disiapkan sebagai marketplace khusus yang menyediakan berbagai kebutuhan jamaah haji dan umroh. Mulai perlengkapan ibadah hingga produk makanan dan oleh-oleh khas Indonesia.

‎‎Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Tasikmalaya H Husna Mustopa mengatakan, peluncuran Haji Umroh Store dilakukan bersamaan dengan Kick Off Manasik Haji Nasional di Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga:Tiket Prioritas Kursi Dewas!Industri Kopi Kota Tasikmalaya Makin Potensial, Barista Jadi Peluang Lapangan Kerja

‎‎”Aplikasi Haji Umroh Store ini diluncurkan langsung oleh Kementerian Haji dan Umroh pada acara Manasik Nasional di Madiun. Tujuannya untuk memudahkan jamaah mendapatkan perlengkapan ibadah yang terjamin halal dan berkualitas,” ujar Husna, Selasa (29/9/2026).

‎‎Menurutnya, kehadiran platform tersebut juga membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk UMKM daerah. Produk lokal tidak hanya menyasar pasar di daerah, tetapi berpeluang dikenal dan dibeli jamaah dari berbagai wilayah Indonesia.

‎‎Karena itu, Husna mengajak pelaku UMKM Kota Tasikmalaya segera memanfaatkan peluang tersebut dengan mendaftarkan produknya sebagai mitra Haji Umroh Store.

‎‎”Kami mengajak UMKM Tasikmalaya untuk memanfaatkan peluang ini. Produknya bisa langsung dibeli jutaan jamaah haji dan umroh dari seluruh Indonesia,” katanya.

‎‎Untuk menjadi mitra, pelaku usaha harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, serta PIRT untuk produk makanan. Sertifikasi BPOM juga diperlukan untuk produk tertentu.

‎‎Selain itu, pelaku usaha harus mengisi formulir pendaftaran melalui SMESCO atau Kementerian UMKM dan mengikuti proses kurasi produk.

‎‎Husna menyebut, produk yang berpotensi dipasarkan melalui platform tersebut cukup beragam. Mulai makanan olahan, kain ihram, mukena, sajadah hingga produk kriya dan kerajinan khas daerah.

Baca Juga:Bupati Herdiat Naik Kelas!Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Masih Disorot, Disebut Abaikan Aturan dan Sarat Kepentingan

‎‎Peluang itu, kata dia, sejalan dengan program Tasik PELAK (Pelaku Ekonomi Lokal Kreatif) yang mendorong penguatan produk unggulan daerah.

‎‎”Ini sejalan dengan program Tasik PELAK atau Pelaku Ekonomi Lokal Kreatif. Produk unggulan Tasikmalaya seperti bordir, kelom geulis, batik Tasik, dan aneka makanan olahan sangat berpotensi masuk ke sana,” jelasnya.

0 Komentar