‎496 Kafe Tumbuh, Kebutuhan Barista Terampil Meningkat di Kota Tasikmalaya

pelatihan barista kafe kota tasikmalaya
Pengelola Chronos Coffee Karim bersama peserta Pelatihan Barista yang digelar untuk meningkatkan keterampilan SDM sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pertumbuhan bisnis kafe di Kota Tasikmalaya ikut mendorong kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang kopi. Kondisi itu menjadi salah satu alasan digelarnya Pelatihan Barista di Chronos Coffee, Kota Tasikmalaya.

‎‎Pengelola Chronos Coffee, Karim, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM), khususnya mereka yang ingin bekerja maupun mengembangkan usaha di bidang kopi.

‎‎Pelatihan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya dan Chronos Coffee.

Baca Juga:Tiket Prioritas Kursi Dewas!Industri Kopi Kota Tasikmalaya Makin Potensial, Barista Jadi Peluang Lapangan Kerja

‎‎”Dalam setiap batch, pelatihan diikuti 16 peserta dengan Ryan Firmansyah sebagai instruktur. Materi yang diberikan mencakup peracikan dasar minuman kopi, mulai dari pemahaman mengenai kopi hingga teknik penyajian,” paparnya, Selasa (29/8/2026).

‎‎Peserta juga mendapatkan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bentuk pengakuan terhadap kompetensi yang diperoleh selama pelatihan. Karim menyebut, kebutuhan terhadap tenaga barista terampil cukup terbuka seiring berkembangnya bisnis kafe di Kota Tasikmalaya. “Data tahun 2025 yang tercantum dalam materi pelatihan mencatat terdapat 496 kafe di Kota Tasikmalaya,” kata dia.

‎Menurutnya, profesi barista tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan membuat minuman kopi. Ada sejumlah keterampilan yang perlu dikuasai, mulai dari pemahaman bahan baku, teknik peracikan, penggunaan peralatan, menjaga konsistensi produk hingga kebersihan dan pelayanan.

‎‎Karena itu, peningkatan kemampuan menjadi penting agar tenaga kerja yang masuk ke industri kopi memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

‎‎Pelatihan yang digelar di Chronos Coffee juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lingkungan kerja yang berkaitan langsung dengan profesi barista. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman tambahan sebelum peserta masuk ke dunia kerja.

‎‎”Selain membuka peluang bekerja di kafe, keterampilan barista juga dapat menjadi modal bagi peserta untuk merintis usaha sendiri di bidang kopi dan minuman,” tuturnya.

‎‎Dengan semakin berkembangnya ekosistem kafe di Kota Tasikmalaya, kebutuhan terhadap SDM terampil menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas industri kopi. Kolaborasi pelatihan tersebut diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan kebutuhan pelaku usaha.(Firgiawan)

0 Komentar