RADARTASIK.ID – Manchester City telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran finansial.
Kini, perhatian beralih pada satu pertanyaan besar: hukuman apa yang bakal dijatuhkan kepada The Citizens?
Kasus yang bermula dari penyelidikan Premier League pada 2018 itu memasuki babak krusial setelah Komisi Independen menyatakan Manchester City terbukti melakukan sebagian besar pelanggaran yang dituduhkan.
Namun, hukuman belum dijatuhkan.
Baca Juga:Resmi! Manchester City Divonis Bersalah atas Dugaan Pelanggaran Aturan Financial Fair Play Selama 9 MusimJuventus Buru Pemain dari Liga Prancis, AC Milan Bidik Bek Bayern Munchen
Komisi masih harus mempertimbangkan faktor yang memberatkan dan meringankan sebelum menentukan sanksi. Proses tersebut juga dapat diikuti dengan banding dari Manchester City.
114 Pelanggaran dalam Sembilan Musim
Tuduhan terhadap Manchester City mencakup periode 2009/10 hingga 2017/18 dan terbagi dalam lima kelompok utama.
Sebanyak 54 pelanggaran berkaitan dengan informasi finansial yang dinilai tidak akurat atau tidak lengkap.
Kemudian ada 14 tuduhan terkait pembayaran kepada pemain dan pelatih yang disebut tidak dilaporkan secara semestinya.
City juga dinyatakan melanggar Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League sebanyak tujuh kali pada periode 2015/16 hingga 2017/18.
Lima pelanggaran lainnya berkaitan dengan aturan UEFA, termasuk Financial Fair Play, sepanjang 2013 hingga 2018.
Sementara itu, 35 pelanggaran berhubungan dengan kegagalan Manchester City bekerja sama dalam penyelidikan Premier League yang berlangsung sejak Desember 2018 hingga Februari 2023.
Baca Juga:Pencemaran Nama Baik, Barcelona Seret Florentino Perez ke PengadilanFrancesco Totti Ungkap Gol Terindah dalam Kariernya Terjadi Lewat Umpan Cungkil Batistuta
Komisi juga menyimpulkan bahwa skema finansial yang dipersoalkan bertujuan menggelembungkan pendapatan dan menekan biaya klub secara artifisial hingga lebih dari £900 juta selama periode yang diperiksa.
Jika seluruh kesepakatan tersebut dicatat secara akurat, Manchester City dinilai akan melampaui batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah yang sangat signifikan.
Sanksi Berat Mengintai
Komisi memiliki sejumlah opsi dalam menentukan hukuman.
Sanksinya dapat berupa teguran, denda, pengurangan poin, pembatasan pendaftaran pemain hingga larangan transfer.
Dalam skenario paling ekstrem, Manchester City juga menghadapi kemungkinan dikeluarkan dari Premier League.
Aturan bahkan memberikan ruang bagi komisi untuk menjatuhkan bentuk sanksi lain yang dianggap sesuai.
Ada pula pembahasan mengenai kemungkinan pencabutan gelar masa lalu.
Namun, persoalan tersebut jauh lebih kompleks dan berpotensi menjadi bagian dari proses banding.
Karena itu, dampak terhadap masa depan klub menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan.
