TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ambisi Kota Tasikmalaya meningkatkan predikat Kota Sehat (KS) dari Swasti Saba Padapa menuju Swasti Saba Wiwerda masih dibayangi pekerjaan rumah (PR) di sektor sanitasi.
Salah satunya pengelolaan sampah rumah tangga yang capaian indikatornya baru mencapai 31,9 persen, jauh di bawah target 75 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam persiapan menghadapi verifikasi Swasti Saba 2027 ketika Rakor Forum Kota Sehat bersama para kasi Kesra, FKKS dan forum kecamatan, Kamis (3/9/2026) di aula Bappelitbangda.
Baca Juga:44 Peserta OHAN Hafizh Batch I Diwisuda, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Jalur Kuliah dan BeasiswaAksi Pecah Kaca Kembali Terjadi di Tasikmalaya, ECU Grand Max Raib Dicuri
Forum Kota Sehat Kota Tasikmalaya bersama perangkat daerah kini memperkuat pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus mengejar kelengkapan bukti dukung melalui Sistem Informasi Pantau Kabupaten/Kota Sehat (Sipantas).
Ketua Harian Forum Kota Sehat Kota Tasikmalaya, Undang Hendiana, mengatakan kegiatan yang melibatkan Kasi Kesra kelurahan dan kecamatan serta pengurus forum kecamatan sehat itu salah satunya diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai STBM.
“Yang pertama sosialisasi berkaitan dengan kebijakan kota, yaitu tentang penguatan pemicuan STBM,” kata Undang, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap lima pilar STBM masih perlu diperkuat. Terlebih, salah satu indikator yang capaiannya masih rendah adalah pengelolaan sampah rumah tangga.
“Bagaimana masyarakat memahami tentang lima pilar STBM, terutama pengelolaan sampah rumah tangga. Karena kita masih rendah pencapaiannya,” ujarnya.
Berdasarkan bahan integrasi KKS dalam perencanaan pembangunan daerah, lima pilar STBM meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.
Data yang dipaparkan dalam bahan tersebut menunjukkan capaian pilar pertama sudah 100 persen dengan komitmen. Pilar CTPS mencapai 75,5 persen dari target 75 persen.
Baca Juga:Dua Remaja Jadi Korban, Genk Motor di Tasikmalaya Tak Bisa Dilawan dengan NarasiRemaja 16 Tahun Meninggal Usai Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi Kejar Jawaban dari Hasil Autopsi
Namun, pengelolaan air minum rumah tangga baru 54 persen, pengelolaan sampah rumah tangga 31,9 persen, dan pengelolaan air limbah rumah tangga 29,9 persen.
Angka itu menjadi alarm agar gerakan kota sehat tidak berhenti pada urusan administrasi.
Sebab, bahan rakor juga mencatat sejumlah tantangan, mulai dari perubahan perilaku masyarakat yang belum merata, kegiatan pemicuan yang belum berkesinambungan, keterbatasan pendanaan operasional di tingkat kelurahan hingga belum optimalnya kolaborasi lintas sektor.
