“Harapannya paling rendah tahun ini kita bisa mencapai Swasti Saba Wiwerda,” katanya.
Menurut dia, peningkatan predikat harus dibarengi peningkatan intervensi dalam mewujudkan kota sehat.
“Artinya ada peningkatan intervensi untuk mewujudkan kota sehat. SPM-nya naik, standar pelayanan yang naik,” ujarnya.
Baca Juga:44 Peserta OHAN Hafizh Batch I Diwisuda, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Jalur Kuliah dan BeasiswaAksi Pecah Kaca Kembali Terjadi di Tasikmalaya, ECU Grand Max Raib Dicuri
Bahan rakor KKS pun menegaskan bahwa pembangunan sanitasi bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun perilaku masyarakat.
STBM diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, penurunan stunting dan kemiskinan, peningkatan kualitas lingkungan, produktivitas masyarakat serta IPM.
Dengan demikian, tantangan Kota Tasikmalaya kini bukan sekadar bagaimana mengisi Sipantas, tetapi bagaimana memastikan apa yang diisi dalam aplikasi benar-benar menggambarkan perubahan di lapangan.
Sebab, kalau kota sehat hanya sehat di dokumen, sementara sampah rumah tangga masih tercecer di realitas, tentu ada pekerjaan rumah yang belum selesai.
Bukti dukung boleh lengkap, tetapi bukti perubahan perilaku masyarakat jauh lebih penting. (rezza rizaldi)
