TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 44 peserta Program One Kelurahan One Hafidz (OHAN Hafizh) Batch I resmi diwisuda di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026).
Wisuda tersebut bukan sekadar seremoni pengalungan medali dan pemberian syahadah.
Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menyiapkan keberlanjutan pendidikan para hafiz dan hafizah, termasuk membuka peluang jalur prestasi tahfiz hingga beasiswa di perguruan tinggi.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, wisuda menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan para peserta bersama Al-Qur’an. Namun, ia menegaskan, wisuda bukanlah garis akhir.
Baca Juga:Aksi Pecah Kaca Kembali Terjadi di Tasikmalaya, ECU Grand Max Raib DicuriDua Remaja Jadi Korban, Genk Motor di Tasikmalaya Tak Bisa Dilawan dengan Narasi
“Medali dikalungkan dalam beberapa menit, tetapi hafalan Al-Qur’an harus dijaga sepanjang hidup,” kata Viman kepada Radar.
Menurut dia, para peserta tidak cukup hanya mempertahankan hafalan. Nilai Al-Qur’an juga harus tercermin dalam kejujuran, kedisiplinan, kerendahan hati, kepedulian, serta keberanian mengambil keputusan yang benar.
“Wisuda menandai dimulainya tanggung jawab yang lebih besar untuk istiqamah dalam murajaah, memahami makna ayat, serta menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam ucapan, sikap, dan keputusan sehari-hari,” ujarnya.
Sebanyak 44 peserta yang diwisuda tersebut dibina di empat pondok pesantren.
Rinciannya, 14 peserta di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Purbaratu, 13 peserta di Sulalatul Huda Cihideung, 12 peserta di Al Hasanah Kawalu, dan lima peserta di Tahfizul Qur’an Nurul Iman Indihiang.
Data Tim Koordinasi OHAN Hafizh menunjukkan capaian hafalan para peserta cukup beragam.
Sebanyak 26 peserta telah mencapai hafalan 30 juz, lima peserta menguasai 20 sampai 29 juz, sedangkan 13 peserta memiliki hafalan 11 sampai 19 juz.
Dengan capaian tersebut, program yang awalnya berbicara tentang hafalan mulai diarahkan agar tidak berhenti pada angka juz.
Baca Juga:Remaja 16 Tahun Meninggal Usai Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi Kejar Jawaban dari Hasil AutopsiKarhutla Terus Mengintai Kota Tasikmalaya! Ilalang Kering dan Keterbatasan Air Jadi Ancaman
Pemerintah ingin hafalan tersebut menjadi modal untuk membuka pintu pendidikan dan masa depan.
Viman menyebut, manfaat program mulai terlihat. Salah satunya dari peserta Batch I bernama Mufifatul Husna yang diterima di SMA Negeri 1 Tasikmalaya melalui jalur prestasi hafiz.
“Capaian ini menunjukkan bahwa hafalan Al-Qur’an dapat menjadi bekal yang membuka pintu pendidikan dan masa depan,” terang Viman.
