Kejar Swasti Saba Wiwerda, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Tasikmalaya Masih Jadi PR Utama

pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Tasikmalaya
Peserta Rakor Forum Kota Sehat bersama para kasi Kesra, FKKS dan forum kecamatan, Kamis (3/9/2026) di aula Bappelitbangda. istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

Bahkan, STBM disebut belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam perencanaan kelurahan.

Karena itu, STBM didorong masuk dalam prioritas Musrenbang kelurahan, kecamatan, forum perangkat daerah hingga Musrenbang Kota.

Penganggaran juga diarahkan untuk mendukung pemicuan, pelatihan kader, edukasi masyarakat, kampanye PHBS, monitoring dan pembentukan kader sanitasi.

Di sisi lain, persiapan Swasti Saba 2027 tidak hanya berbicara tentang intervensi di lapangan.

Baca Juga:44 Peserta OHAN Hafizh Batch I Diwisuda, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Jalur Kuliah dan BeasiswaAksi Pecah Kaca Kembali Terjadi di Tasikmalaya, ECU Grand Max Raib Dicuri

Kelengkapan dokumen dan bukti dukung juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.

Undang mengatakan pihaknya bersama perangkat daerah pengampu Kota Sehat kini melakukan pengumpulan bukti dukung melalui Sipantas.

“Kemudian yang kedua pengumpulan bukti dukung, sosialisasi Sipantas dalam rangka pengumpulan bukti dukung karena kita menghadapi verifikasi Swasti Saba tahun 2027,” katanya.

Materi Sipantas dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk memantau KKS, termasuk indikator ODF, 16 indikator kelembagaan dan 125 indikator tatanan.

Persyaratan kelembagaan yang harus disiapkan antara lain SK, rencana kerja, anggaran dan sekretariat.

Pengisian dokumen dilakukan secara bertahap, mulai dari penilaian mandiri kota, verifikasi provinsi, verifikasi pusat hingga rekapitulasi penilaian dan penentuan usulan kategori penghargaan.

Untuk Kota Tasikmalaya, dokumen tahun 2025 diinput pada 2026 dan dokumen tahun 2026 diinput pada 2027. Khusus dokumen tahun 2025, batas maksimal input ditetapkan akhir Oktober 2026.

Baca Juga:Dua Remaja Jadi Korban, Genk Motor di Tasikmalaya Tak Bisa Dilawan dengan NarasiRemaja 16 Tahun Meninggal Usai Bentrok Geng Motor di Tasikmalaya, Polisi Kejar Jawaban dari Hasil Autopsi

Ketua Harian FKKS Kota Tasikmalaya itu menegaskan, bukti dukung tidak hanya menjadi tanggung jawab forum.

Perangkat daerah pengampu juga harus memastikan dokumen dan eviden program tersedia.

“Bukan hanya masyarakat, bukan hanya FKKS, tapi juga bukti-bukti dukung dari dinas-dinas pengampu kota sehat,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan bahan kelembagaan KKS Jawa Barat yang menekankan bahwa kekuatan kelembagaan KKS bertumpu pada keterhubungan Tim Pembina dan Forum Kota, Forum Komunikasi Kecamatan, hingga Pokja Kelurahan.

Kelengkapan bukti dukung dari setiap tingkatan menjadi bagian penting dalam penilaian.

Bahkan, kelengkapan data dua tahun berturut-turut menjadi salah satu batas aman penilaian kelembagaan. Kekurangan dokumen dapat membuat nilai turun signifikan.

Undang mengatakan Kota Tasikmalaya sebelumnya telah meraih kategori Swasti Saba Padapa. Kini pihaknya berharap capaian tersebut meningkat.

0 Komentar