GUS KIKIN, DARI TEBUIRENG KE PBNU

Ketua PBNU
KH Abdul Hakim Mahfudz
0 Komentar

Kini ia harus membawa semuanya ke meja PBNU. Kalau berhasil, Gus Kikin tidak sekadar menjadi ketua umum. Ia bisa menjadi jembatan. Jembatan antara kitab dan zaman. Antara pesantren dan negara. Antara tradisi dan modernitas. Dan mungkin, yang paling penting: antara NU yang besar dalam jumlah dengan NU yang besar dalam manfaat.

Karena pada akhirnya, ukuran seorang pemimpin bukanlah berapa banyak orang yang memilihnya. Melainkan berapa banyak orang yang merasa hidupnya menjadi lebih baik setelah ia memimpin. (red)

0 Komentar