GARUT, RADARTASIK.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut memperketat pengawasan keamanan di kawasan pesisir pantai selatan.
Langkah ini diambil guna menekan angka kecelakaan laut di objek wisata yang berada di luar area pengelolaan resmi pemerintah daerah.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga menyebut, pengawasan di lokasi wisata yang dikelola langsung oleh dinas sejauh ini sudah berjalan intensif.
Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi
Namun, potensi insiden justru sering terjadi di titik-titik kawasan wisata pantai yang belum atau berada di luar jangkauan pengelolaan langsung Disparbud Kabupaten Garut.
“Sebetulnya kalau yang lokus pengelolaannya oleh Dinas Pariwisata, kita sudah intensif. Nah, yang sering kejadian itu di lokasi-lokasi yang di luar pengelolaan kita,” ucapnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia mencontohkan, kejadian yang baru saja terjadi di Pantai Karang Papak, dimana ada tiga wisatawan yang tenggelam karena terseret ombak.
Meski insiden terjadi di wilayah luar kelola dinas, ia menegaskan jajarannya tetap turun tangan membantu penanganan di lapangan.
Berangkat dari kejadian tersebut, Disparbud Kabupaten Garut mengambil langkah proaktif dengan merangkul para pemerintah desa di wilayah pesisir.
Guna memperkuat sistem pengamanan pantai, Disparbud Kabupaten Garut telah mengumpulkan seluruh kepala desa yang wilayahnya memiliki potensi atau mengelola destinasi wisata bahari.
Pihaknya mendorong pembentukan Balawista Desa.
“Mendorong tiap desa wisata pesisir membentuk tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) berbasis sukarelawan lokal,” katanya.
Baca Juga:Kawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan SementaraPenerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan Kecelakaan
Ia menerangkan, ketika sudah terbentu pihaknya akan melakulan pelatihan keselamatan dan penyelamatan tirta secara mandiri pada periode September hingga Oktober.
Balawista nantinya ditugaskan untuk menjaga wilayah pesisir.
“Menyiapkan personel sukarelawan untuk melakukan penjagaan dan patroli di sepanjang titik pantai rawan,” katanya.
Pelatihan dan pembentukan Balawista sukarelawan ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan pengunjung pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Pelatihan ini dipersiapkan untuk penjagaan pantai menjelang libur Natal dan Tahun Baru,” katanya. (Agi Sugiana)
