GARUT, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) terus berupaya untuk merapikan pedagang kaki lima (PKL).
Langkah itu dilakukan untuk menciptakan suasana kota yang nyaman dan aman.
Salah satunya adalah PKL di kawasan Pasar Baru yang awalnya adalah relokasi sementara dari PKL Jalan Ahmad Yani.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
Saat ini kawasan Pasar Baru akan mulai direnovasi, sehingga para pedagang di dalamnya akan direlokasi secara bertahap.
Disperindag Kabupaten Garut pun terus mematangkan langkah penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan perkotaan, khususnya di sekitar Pasar Baru.
Proses penataan tersebut telah memasuki tahap pelelangan proyek.
Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengungkapkan bahwa proses lelang sedang berjalan dan akan segera memasuki penunjukan pihak pelaksana pekerjaan.
“Untuk PKL perkotaan saat ini masih dalam tahapan lelang. Tinggal nanti ada penunjukan pelaksana,” ucapnya, Jumat, 24 Juli 2026.
Setelah itu, kata Ridwan, akan mulai melakukan relokasi pedagang secara bertahap ke tempat yang telah disediakan.
Penataan menyasar kawasan Pasar Baru yang belakangan ini sudah mulai mengalami pengosongan di beberapa titik lapak atau tenda jualan.
Ridwan Effendi menjelaskan, area tersebut nantinya akan dikosongkan terlebih dahulu sebelum dimulainya pembangunan sarana fisik.
Baca Juga:Destinasi Wisata di Garut Ini Masih Jarang Orang Tahu, Ini Daftar dan LokasinyaJerit Buruh di Garut yang Terancam Kena PHK Massal Usai Pabrik Bulu Mata Tiba Tiba Tutup
Langkah penataan PKL juga disinergikan dengan proyek perbaikan infrastruktur dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Nanti dikosongkan dulu, kita akan ada pembangunan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan dari PUPR. Dinas PUPR fokus pada perbaikan infrastruktur dasarnya, seperti perbaikan jalan dan sistem drainase,” jelasnya.
Mengenai garis waktu pengerjaan, Ridwan Effendi optimistis bahwa penataan tahap awal ini dapat dituntaskan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
“Untuk tahap pertama, ditargetkan selesai tahun ini,” katanya.
Dengan penataan dan perbaikan infrastruktur dasar, kawasan Pasar Baru diharapkan dapat kembali tertata rapi, nyaman bagi pejalan kaki, serta memberikan ruang usaha yang lebih kondusif bagi para pedagang. (Agi Sugiana)
