BANJAR, RADARTASIK.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar mengimbau para guru tidak melakukan peminjaman ke penyedia jasa keuangan ilegal.
Sejumlah guru di Kota Banjar pun terindikasi terjerat pinjaman ilegal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami imbau waspadai peminjaman ke penyedia jasa keuangan ilegal, karena banyak guru yang terjebak pinjaman (rentenir),” ucap Ketua PGRI kota Banjar Encang Zaenal Muarif, Kamis 27 Agustus 2026.
Baca Juga:Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan ProvinsiKawasan Pasar Baru Garut Akan Direnovasi, PKL Dipindahkan Sementara
Pihaknya, tidak menampik kondisi saat ini kebutuhan mengalami peningkatan signifikan. Hanya saja, dia mengimbau guru harus mampu mengatur pola manajemen keuangan.
Bukan hanya itu. Dia juga mewanti-wanti agsr jangan sampai meminjam tabungan siswa di sekolah. Dikhawatirkan bisa kebablasan tidak bisa membayar.
“Prihatin lah, jika ada guru yang melakukan peminjaman ke rentenir atau ke penyedia jasa keuangan ilegal,” tegasnya.
Kata dia, guru harus bisa menahan diri untuk tidak meminjam ke rentenir. Tapi harus berusaha mencari jalan lain.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta para guru tidak melakukan judi online (judol). Walaupun itu sifatnya hanya sekadar hiburan atau iseng.
Kata dia, dampak negatif yang bisa dirasakan berpengaruh bagi kehidupan.
“Guru bisa saja jadi korban rentenir, tapi jangan sampai guru menjadi kolaborator rentenir atau malah jadi rentenirnya,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
