Kebakaran di Kota Tasikmalaya Terus Melonjak, Karhutla Capai 106 Kasus hingga September

Kejadian kebakaran di Kota Tasikmalaya
Petugas Damkar Kota Tasikmalaya saat berusaha menjinakkan si jago merah. istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kebakaran di Kota Tasikmalaya sepanjang 2026 melonjak tajam.

Hingga September, petugas Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kota Tasikmalaya telah menangani 173 kejadian kebakaran, lebih dari dua kali lipat dibandingkan total kasus sepanjang 2024 dan 2025.

Data monitoring BPBD Kota Tasikmalaya hingga 30 September 2026 mencatat, dari 173 kejadian kebakaran tersebut, 106 kasus di antaranya merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Sementara 53 kejadian merupakan kebakaran bangunan, delapan kebakaran kendaraan, serta enam kejadian kebakaran fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Angka tersebut menjadi alarm tersendiri di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang membuat lahan maupun vegetasi lebih mudah terbakar.

Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kota Tasikmalaya Erik Yowanda mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena api di lahan kering dapat dengan cepat membesar dan merambat.

“Karhutla menjadi kasus yang cukup dominan. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering,” kata Erik, Selasa (6/10/2026).

Lonjakan kasus kebakaran itu terlihat jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya. Pada 2023, BPBD mencatat 147 kejadian kebakaran.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 74 kejadian pada 2024 dan 71 kejadian pada 2025.

Namun, hingga September 2026 saja, jumlahnya sudah menembus 173 kejadian.

Artinya, kasus kebakaran tahun ini bukan sekadar naik, tetapi sudah melampaui total kejadian dalam tiga tahun terakhir secara terpisah.

Dari berbagai kejadian kebakaran tersebut, BPBD mencatat sebanyak 36 kepala keluarga atau 107 jiwa terdampak.

Baca Juga:Bukan Sekadar Jual Motor, Niaga Redja Abadi Layani 75 Ribu Konsumen Honda Priangan TimurKewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah Pusat

Erik mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan api di ruang terbuka, termasuk ketika membakar sampah maupun membersihkan lahan.

Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin dapat membuat api yang semula kecil berubah menjadi sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan api, terutama untuk pembakaran sampah atau lahan. Kalau tidak diawasi, api bisa dengan cepat merambat,” pesannya.

Di luar kasus kebakaran, petugas pemadam kebakaran juga semakin sering menangani berbagai kondisi darurat nonkebakaran.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kota Tasikmalaya mencatat total 807 kejadian yang ditangani.

Rinciannya, 173 kejadian kebakaran, 621 kejadian nonkebakaran, serta 13 kejadian penanganan di luar wilayah Kota Tasikmalaya.

0 Komentar