Kebakaran di Kota Tasikmalaya Terus Melonjak, Karhutla Capai 106 Kasus hingga September

Kejadian kebakaran di Kota Tasikmalaya
Petugas Damkar Kota Tasikmalaya saat berusaha menjinakkan si jago merah. istimewa
0 Komentar

Dari 621 kejadian nonkebakaran, pemusnahan sarang tawon menjadi kasus terbanyak dengan 328 kejadian.

Disusul animal rescue sebanyak 187 kejadian.

Selain itu, petugas menangani 44 kasus pelepasan cincin, tiga human rescue, dua kecelakaan transportasi, dua kasus luka bakar, satu korban jiwa, lima kasus luka fisik lainnya, serta satu kasus sengatan atau gigitan.

Erik mengatakan, banyaknya laporan nonkebakaran menunjukkan bahwa fungsi petugas pemadam kebakaran kini semakin luas.

Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Mereka tidak hanya datang ketika rumah atau lahan terbakar, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan dan penyelamatan.

“Tugas pemadam kebakaran sekarang bukan hanya memadamkan api. Banyak kejadian nonkebakaran yang juga membutuhkan penanganan dan penyelamatan dari petugas,” katanya.

Menurut Erik, tingginya laporan terkait sarang tawon dan animal rescue juga memperlihatkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan petugas pemadam kebakaran dalam berbagai kondisi darurat.

“Untuk kejadian nonkebakaran, yang paling banyak kami tangani adalah pemusnahan sarang tawon dan animal rescue. Ini menunjukkan bahwa pelayanan kami memang cukup luas, tidak hanya ketika terjadi kebakaran,” jelasnya.

Ia menegaskan, kecepatan laporan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kejadian di lapangan.

Masyarakat diminta tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum menghubungi petugas, terutama ketika melihat kebakaran atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Jangan menunggu api membesar. Kalau melihat ada kejadian kebakaran atau kondisi yang membahayakan, segera laporkan agar petugas bisa melakukan penanganan secepat mungkin,” pungkasnya. (ujang nandar)

0 Komentar