TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dua dekade lebih bukan waktu singkat bagi sebuah diler untuk bertahan di tengah persaingan pasar otomotif.
Niaga Redja Abadi membuktikannya dengan mencatat penyaluran sekitar 75 ribu unit sepeda motor Honda selama 21 tahun melayani konsumen di Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur.
Diler resmi Honda yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tasikmalaya, itu mulai beroperasi pada 27 September 2005.
Baca Juga:Kewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah PusatProyek Drainase di Cimerak Kota Tasikmalaya Bikin Resah, Aliran Irigasi Terancam Terganggu
Memasuki usia ke-21 tahun, Niaga Redja Abadi tak hanya mengandalkan penjualan unit, tetapi juga memperkuat layanan purnajual dan memperluas jangkauan hingga wilayah pedesaan.
Kepala Cabang Niaga Redja Abadi, Kundang Budi, mengatakan capaian penyaluran sekitar 75 ribu unit menjadi bagian dari perjalanan bisnis perusahaan dalam menjaga kepercayaan konsumen.
“Selama ini kami konsisten memberikan pelayanan prima kepada konsumen, dengan menghadirkan layanan yang mudah serta berbagai promo menarik,” ujar Kundang saat ditemui di sela peringatan ulang tahun ke-21 Niaga Redja Abadi, Jumat (2/10/2026).
Menurut dia, kebutuhan konsumen terhadap kendaraan roda dua tidak berhenti pada pembelian unit. Karena itu, Niaga Redja Abadi juga menyediakan layanan servis, suku cadang hingga berbagai aksesori Honda.
“Jaket, helm, kaus, dan berbagai aksesori Honda juga lengkap tersedia di kami,” katanya.
Strategi memperluas pasar juga dilakukan dengan mendekatkan layanan kepada konsumen di daerah.
Niaga Redja Abadi kini memiliki tiga sub-branch yang berada di Cisayong, Salopa dan Cibalong.
Baca Juga:HUT Ke-81 TNI di Kota Tasikmalaya: Kekuatan Prajurit Ditegaskan Harus Selalu Bersama RakyatWarga Tolak Alih Fungsi 17 Hektare Sawah Setiajaya Kota Tasikmalaya, Ingatkan Larangan Gubernur Jabar
Kundang menyebut keberadaan sub-branch tersebut menjadi bagian dari strategi jemput bola untuk menjangkau konsumen yang berada di luar pusat kota.
“Kami jemput bola untuk melayani konsumen di pedesaan yang membutuhkan sepeda motor Honda. Terlebih, brand Honda sudah sangat kuat dan dikenal masyarakat, termasuk di wilayah pelosok,” tuturnya.
Di tengah persaingan industri otomotif, kedekatan dengan konsumen juga menjadi salah satu modal bisnis yang terus dijaga.
Salah satunya melalui kegiatan customer gathering pada momentum Hari Pelanggan Nasional September 2026.
“Kami terus menjaga hubungan baik dengan konsumen melalui pelayanan dan silaturahmi,” ucap Kundang.
