PANGANDARAN, RADARTASIK.ID — Perayaan Hari Jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran jangan sampai hanya ramai di panggung, tetapi minim manfaat bagi masyarakat.
DPRD Pangandaran mendorong setiap rangkaian kegiatan benar-benar memberi dampak terhadap ekonomi warga dan pariwisata daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin menilai omentum Milangkala semestinya dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat lebih luas dan berkelanjutan.
Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya
Termasuk kegiatan yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Menurut dia, pihak-pihak yang terlibat perlu diarahkan agar tidak sekadar menggelar kegiatan seremonial.
“Itu kegiatannya BI, tetapi kewajiban kita juga menyampaikan ke BI, menyampaikan ke Bank Jabar. Kalau bisa, ya kegiatannya yang jauh lebih manfaat untuk masyarakat,” kata Asep, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, karakter Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan konsep event.
Bukan sekadar mendatangkan kerumunan sesaat, kegiatan Milangkala diharapkan mampu menarik wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, hingga membelanjakan uangnya di sektor usaha masyarakat.
“Event yang mana yang bisa narik orang, narik wisatawan untuk stay di Pangandaran dan sebagainya,” terangnya.
Asep menilai pola tersebut lebih penting dibanding sekadar mengejar kemeriahan acara.
Baca Juga:Bukan Sekadar Jual Motor, Niaga Redja Abadi Layani 75 Ribu Konsumen Honda Priangan TimurKewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah Pusat
Sebab, perputaran ekonomi dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha, mulai dari hotel, restoran, transportasi hingga UMKM.
**Status Event Harus Jelas
Selain menyoroti manfaat kegiatan, Asep juga mempertanyakan kejelasan status sejumlah agenda dalam rangkaian Milangkala ke-14. Salah satunya terkait rencana kehadiran grup musik Letto.
Ia mengimbau Pemerintah Kabupaten Pangandaran memperjelas siapa pihak yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut.
Menurutnya, apabila sebuah kegiatan tidak diselenggarakan langsung oleh pemerintah daerah, agenda tersebut tidak seharusnya serta-merta dipersepsikan sebagai kegiatan resmi Hari Jadi Kabupaten Pangandaran.
Kejelasan status tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak salah memahami mana kegiatan resmi Pemkab Pangandaran dan mana kegiatan yang digelar pihak lain dalam momentum Milangkala.
“Kalau memang bukan kegiatan pemerintah, ya harus jelas juga statusnya,” tegas Asep.
