Dump Truk Overload Bikin Jalur Nasional Pangandaran Berdebu, Warga Resah

Debu jalan
Truk bermuatan tanah dianggap mengganggu lalu lintas di jalan raya Pangandaran. istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Jalur Nasional Padaherang-Kalipucang di Kabupaten Pangandaran mulai diwarnai aktivitas dump truk pengangkut material yang dikeluhkan warga.

Persoalannya bukan sekadar lalu lalang kendaraan berat, tetapi muatan berlebih yang memicu debu dan material tercecer ke badan jalan.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas dump truk pengangkut cadas putih (cabluk), tanah hingga batu hitam terpantau semakin padat di sepanjang ruas tersebut.

Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Sejumlah truk bahkan membawa muatan menggunung hingga melebihi tinggi bak. Penutup berupa terpal pun tampak tidak selalu mampu menahan material agar tidak berhamburan saat kendaraan melaju.

Kondisi itu membuat pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, harus berhadapan dengan kepulan debu yang mengganggu jarak pandang.

“Debu yang beterbangan mengganggu jarak pandang serta memicu iritasi mata,” kata warga Padaherang, Idin, Selasa (6/10/2026).

Tak hanya debu, material yang tercecer dari bak truk juga mengotori permukaan jalan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Jalur Padaherang-Kalipucang sendiri merupakan salah satu akses penting di jalur nasional.

Ruas ini menjadi penghubung menuju kawasan wisata Pangandaran sekaligus jalur pergerakan kendaraan dari dan menuju wilayah Jawa Tengah.

Setiap hari, jalur tersebut dilintasi berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, kendaraan pribadi, bus hingga kendaraan wisatawan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Jual Motor, Niaga Redja Abadi Layani 75 Ribu Konsumen Honda Priangan TimurKewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah Pusat

Di tengah padatnya lalu lintas, keberadaan truk dengan muatan berlebih menjadi persoalan tersendiri.

Apalagi, asal maupun tujuan pengangkutan material tersebut belum diketahui secara pasti.

Warga pun meminta instansi terkait tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk turun tangan.

Pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material dinilai perlu diperketat, terutama menyangkut batas muatan, kelayakan penutup bak serta jam operasional.

Warga lainnya, Undang Herdia (50), berharap penertiban tidak berhenti pada pemeriksaan sesekali.

Menurut dia, pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar aktivitas angkutan material tidak mengorbankan keselamatan pengguna jalan.

“Harus ada pengawasan ketat, mulai dari penertiban muatan berlebih (overload), kepastian kelayakan penutup bak, hingga pengaturan jam operasional armada angkutan. Agar tidak membahayakan lalu lintas umum, terutama warga,” ujarnya.

0 Komentar