47 Kasus HIV/AIDS Terdeteksi di Pangandaran! Catin hingga Populasi Umum Terpapar

kasus HIV AIDS Pangandaran
Olah digital / Gemini
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran belum menunjukkan tanda mereda.

Hingga September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangandaran mencatat 47 kasus HIV/AIDS dari berbagai kelompok masyarakat.

Angka tersebut bahkan berpotensi bertambah. Sebab, terdapat enam kasus baru yang sudah terdiagnosis, tetapi belum masuk dalam pendataan hingga September 2026.

Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pangandaran, Endang Suhendi, mengatakan temuan kasus HIV/AIDS terjadi pada berbagai kalangan.

Sebagian penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah kondisi kesehatan menurun.

Namun, tidak sedikit pula kasus yang terungkap melalui pemeriksaan kesehatan menjelang pernikahan atau program Calon Pengantin (Catin).

“Ada pasangan calon pengantin yang saat mengikuti program Catin, keduanya terdiagnosis positif HIV/AIDS,” ujar Endang, Selasa (6/10/2026).

Pasangan tersebut kemudian mendapatkan perawatan dan pendampingan medis dari puskesmas setempat.

Mereka juga diwajibkan menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV) secara rutin untuk menekan perkembangan virus HIV.

Dari 47 kasus yang telah tercatat, rinciannya cukup beragam. Sebanyak 3 orang merupakan calon pengantin, 3 ibu hamil, 7 lelaki seks lelaki (LSL), 1 LSL dengan TB, 2 pasangan dengan HIV, 3 pasangan berisiko tinggi, 3 pelanggan wanita pekerja seksual (WPS), 1 penderita infeksi menular seksual (IMS), 8 penderita dengan TB, 1 penderita TB sekaligus penjaja seksual, 11 dari populasi umum, serta 4 WPS.

Sebaran kasus tersebut menunjukkan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan satu kelompok tertentu.

Baca Juga:Bukan Sekadar Jual Motor, Niaga Redja Abadi Layani 75 Ribu Konsumen Honda Priangan TimurKewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah Pusat

Bahkan, jalur pemeriksaan kesehatan calon pengantin turut menjadi pintu ditemukannya kasus yang sebelumnya tidak diketahui.

Untuk memperluas akses penanganan, sejumlah puskesmas di Kabupaten Pangandaran telah menyediakan layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) HIV.

Layanan tersebut tersedia di Puskesmas Parigi, Cimerak, Pangandaran, Selasari, Padaherang dan Kalipucang.

Selain pengobatan dan pendampingan, pemeriksaan rutin juga dilakukan terhadap kelompok yang dinilai memiliki risiko penularan.

“Setiap tiga bulan sekali juga ada tes HIV bagi wanita pekerja seksual (WPS),” katanya.

Endang menegaskan pendampingan dan edukasi menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan HIV/AIDS di Pangandaran.

Terlebih, masih adanya kasus yang baru diketahui setelah kondisi kesehatan menurun menjadi pengingat bahwa deteksi dini tidak bisa menunggu penyakit menunjukkan gejala.

0 Komentar