TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kota Tasikmalaya belum juga benar-benar beres.
Sejumlah titik yang sebelumnya sudah dibersihkan kembali dipenuhi tumpukan sampah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penanganan di lapangan.
Kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan turut menjadi pemicu munculnya kembali TPS liar.
Baca Juga:Pohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka TutupIni 25 kegiatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya
Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya Feri Arif Maulana ST MP mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah menyediakan layanan pengangkutan sampah.
Karena itu, masyarakat diminta mengikuti jadwal pengangkutan yang telah ditetapkan.
“Yang menjadi penyebab maraknya TPS liar ini salah satunya adalah kebiasaan. Kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan,” ujar Feri, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, keberadaan layanan persampahan seharusnya dimanfaatkan masyarakat.
Sampah tidak perlu dibawa dan dibuang ke lahan kosong maupun titik tertentu yang kemudian berubah menjadi TPS liar.
“Pelayanan sudah ada. Tinggal masyarakat mengetahui jadwalnya. Jangan sampai sampah dibuang sembarangan hanya karena tidak mengetahui kapan jadwal pengangkutan,” katanya.
Feri mengatakan, DLH secara rutin menangani titik-titik yang kembali dipenuhi sampah.
Petugas turun ke lapangan untuk mengangkut tumpukan sampah agar tidak semakin meluas dan mengganggu lingkungan.
“Kalau ditemukan TPS liar, tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan,” terangnya.
Penanganan juga dilakukan melalui kegiatan Jumat Bersih (Jumsih).
Baca Juga:Bukan Sekadar Jual Motor, Niaga Redja Abadi Layani 75 Ribu Konsumen Honda Priangan TimurKewenangan Berlapis, KKMP Kota Tasikmalaya Buka Komunikasi hingga Pemerintah Pusat
Sejumlah lokasi yang ditemukan memiliki persoalan sampah menjadi sasaran pembersihan, di antaranya kawasan Jalan Sutoko dan Jalan Witono.
“Dalam kegiatan Jumsih, kita juga menyasar titik-titik yang terdapat tumpukan sampah. Salah satunya di Jalan Sutoko dan Jalan Witono,” katanya.
Namun, bagi DLH, membersihkan tumpukan sampah bukan berarti persoalan selesai.
Setelah sampah diangkut, petugas kembali melakukan penyisiran untuk memastikan lokasi tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan.
“Kita terus menyisir. Tidak bosan-bosan dilakukan penanganan di lapangan. Termasuk ada tim khusus menyapu TPS liar pada hari Selasa dan Jumat,” tegas Feri.
Dalam penanganan TPS liar, DLH juga berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
