Uji Coba Penutupan Jalan Dadaha Sekaligus Menguji Mental PKL! Dishub Kota Tasikmalaya Akan Evaluasi Setelah 3

PKL Dadaha, Penutupan Jalan Dadaha Tasikmalaya
Gerobak PKL tetap berderet di Jalan Dadaha yang sudah ditutup oleh Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Dalam proses penataan kawasan Dadaha, Pemkot Tasikmalaya belum menyentuh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melapak di jalur utama, baik itu trotoar maupun badan jalan. Langkah yang diambil justru melakukan penutupan total jalur, di mana arus kendaraan tidak dibiarkan melintasi para pedagang di sana.

Penutupan ini masih merupakan uji coba yang diterapkan Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan dievaluasi dalam 30 hari. Uji coba ini bukan sekadar melihat hasil rekayasa lalu lintas, namun juga menguji mental PKL saat jalur dimatikan.

Pantauan Radar, trotoar jalan utama yang ditutup masih menjadi lapak PKL yang berjualan hingga Kami Sore (27/8/2026). Tanpa ada lalu lalang kendaraan, mereka tetap eksis dan bertahan di kawasan tersebut.

Baca Juga:Kondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi InformasiJenggot Putih Yanto Oce!

Sebagian pihak menyebut penutupan jalan utama ini sengaja dilakukan supaya area tersebut sepi. Spekulasinya, ketika sudah minim pembeli para PKL dengan sendirinya akan meninggalkan lokasi dan mencari lapak lain.

Namun sebagian pihak menyebut penutupan jalan tersebut justru secara tidak langsung mengakomodir PKL, layaknya car free day yang berubah jadi pasar tumpah. Karena jika ingin membuat jalur tersebut steril dari PKL, maka Tim Penataan akan melakukan langkah serupa dengan yang diterapkan di trek jogging.

Terkait penutupan Jalan Dadaha, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan mengaku akan mengevaluasi rekayasa lalu lintas tersebut. Hal itu untuk menentukan penutupan jalan akan dibuat permanen, dibuka kembali atau dibuat alternatif lain.

“Setelah 30 hari ada evaluasi. Untuk ditutup permanen atau tidak, hasil evaluasi nanti,” ujar Iwan.

Selama masa evaluasi, Dishub Kota Tasikmalaya menyiagakan petugas di sejumlah titik penutupan. Keberadaan petugas tersebut bertujuan untuk memantau kondisi lalu lintas sekaligus membantu pengendara yang masih menyesuaikan diri dengan perubahan sirkulasi kendaraan.

Iwan menjelaskan, selama Jalan Utama Dadaha ditutup, pengendara diarahkan untuk mengikuti jalur sirkulasi yang telah disiapkan. Petunjuk tersebut disesuaikan dengan rambu-rambu sementara yang telah dipasang di sejumlah lokasi.

“Sementara ditutup, pengendara kendaraan mengikuti jalur sirkulasi sesuai rambu-rambu yang dipasang,” katanya.

0 Komentar