Maulid Nabi di Kompleks SDN Gununglipung Dikemas Interaktif, Boneka Niku Jadi Alat Peraga Tausyiah

sdn gununglipung
Ustadz Aceng Kosim SHum, penceramah muda asal Kecamatan Bungursari menggunakan boneka bernama Niku sebagai alat peraga dalam menyampaikan materi. (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kompleks SDN Gununglipung yang terdiri dari SDN Gununglipung 1, 2, 3, dan 4 memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lapangan sekolah, Kamis (27/8/2026). Peringatan yang mengusung tema “Membumikan Akhlak Nabi: Berbakti di Rumah, Berprestasi di Sekolah” itu merupakan bagian dari program tahunan yang rutin diselenggarakan di lingkungan Kompleks SDN Gununglipung.

Salah satu rangkaian kegiatan dikemas berbeda melalui sesi tausyiah yang melibatkan siswa secara langsung. Ustadz Aceng Kosim SHum, penceramah muda asal Kecamatan Bungursari menggunakan boneka bernama Niku sebagai alat peraga dalam menyampaikan materi.

Boneka tersebut menjadi bagian dari interaksi penceramah dengan siswa. Para siswa diajak berkomunikasi dan terlibat selama tausyiah berlangsung sehingga penyampaian materi tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak hanya berlangsung satu arah.

Baca Juga:KKN Muhammadiyah Aisyiyah Kelompok 83 Gelar Sosialisasi Parenting di RA Al HidayahSiswa MAN 1 Tasikmalaya Sabet Juara 3 Vocal di Porseni Tingkat Jabar

Kepala SDN 4 Gununglipung, Kindi Suhendi SPd, mengatakan pendekatan tersebut dipilih untuk menyesuaikan penyampaian materi dengan karakter anak-anak.

“Materi yang disampaikan memang harus disesuaikan dengan karakter anak-anak. Karena itu, penceramah menggunakan alat peraga seperti boneka agar penyampaiannya lebih menarik,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dalam tausyiah. Hal itu terutama berkaitan dengan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW yang menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi.

“Dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak, pesan mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan lebih mudah dipahami dan diterima oleh siswa,” kata Kindi.

Ketua Pelaksana Acara, Ajang Rahmat SPdI mengatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan bagian dari program tahunan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Nilai-nilai keteladanan Nabi juga diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Harapan kami sebagai panitia dan guru, bagaimana melalui momentum Maulid Nabi ini anak-anak didik kami ke depannya memiliki akhlak yang semakin baik,” ujar Ajang.

Baca Juga:Muktamar NU Ke-35: Kembali ke Pesantren, Menjaga Marwah, Memperluas KhidmahPrabowo, KDM (part 10): Ketika Kader Mulai Memiliki Gravitasi Politik Sendiri

Selain tausyiah, peringatan Maulid Nabi diisi dengan berbagai penampilan siswa dari empat sekolah. Mereka menampilkan hafalan Al-Qur’an, nadoman, hingga selawat. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada siswa yang membutuhkan. Masing-masing sekolah di Kompleks SDN Gununglipung memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa di lingkungan sekolah.

0 Komentar