TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) memberikan pelatihan tata kelola keuangan berkelanjutan kepada pengurus Koperasi Bersama Lancar Barokah, Kota Tasikmalaya.
Program bertajuk “Implementasi Tata Kelola Keuangan Berkelanjutan Koperasi: Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), Green Accounting, dan Islamic Supply Chain Financing” itu bertujuan meningkatkan kemampuan pengurus koperasi dalam mengelola keuangan secara profesional, transparan, akuntabel, berkelanjutan, serta sesuai prinsip ekonomi syariah.
Tim pengabdian Unsil terdiri atas Faqihuddin sebagai ketua, serta Muhammad Dzulfaqori Jatnika, Cici Aulia Permata Bunda, Enok Sumarsih, dan Faisal Fadilla Noorikhsan sebagai anggota.
Baca Juga:Dosen Unsil Kembangkan Metode Menulis Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar di SDN 01 PurbaratuSoal Gaji PPPK Berpotensi Dialihkan ke APBN, Pemkot Tasikmalaya Tunggu Kepastian
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui pelatihan dan pendampingan pada 8 Juni, 15 Agustus, dan 18 Agustus 2026 di Koperasi Bersama Lancar Barokah.
Pada 8 Juni 2026, pengurus koperasi mendapat pelatihan penggunaan SIAPIK untuk digitalisasi pencatatan dan pelaporan keuangan. Materi mencakup pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pemanfaatan informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Kemudian pada 15 Agustus 2026, pelatihan difokuskan pada Green Accounting. Peserta mendapat materi mengenai integrasi aspek lingkungan dalam pengelolaan organisasi, efisiensi penggunaan sumber daya, serta konsep biaya lingkungan dalam tata kelola usaha berkelanjutan.
Tahap berikutnya pada 18 Agustus 2026 diisi pelatihan dan pendampingan Islamic Supply Chain Financing. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai alternatif pembiayaan rantai pasok berbasis syariah serta pentingnya membangun hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Faqihuddin, mengatakan koperasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan kelembagaan dan keuangan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pencatatan transaksi yang belum optimal, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan keuangan, hingga belum terintegrasinya aspek keberlanjutan lingkungan dan pembiayaan syariah dalam aktivitas usaha koperasi.
“Kondisi tersebut mendorong perlunya peningkatan kapasitas pengurus koperasi melalui pendekatan yang komprehensif dan aplikatif,”katanya kepada Radar, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi lintas bidang keilmuan dalam tim pengabdian menjadi bagian dari komitmen Unsil Tasikmalaya untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Dewas RSUD: Double Job, Double Income!Unsil Kenalkan Kemasan Baru Gula Aren Kristal di Tasikmalaya
Melalui kegiatan tersebut, dosen Unsil berharap kualitas tata kelola keuangan dan kapasitas kelembagaan Koperasi Bersama Lancar Barokah meningkat. Koperasi juga diharapkan mampu mengembangkan praktik usaha yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.
