BANJAR, RADARTASIK.ID – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar berulang kali mengingatkan RSUD Kota Banjar terkait pelayanan.
“Kami di Komisi II DPRD sudah berulang kali mengingatkan pihak RSUD (Kota Banjar), agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ucap Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar, Rossi Hernawati, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, rumah sakit umum daerah (RSUD) adalah garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi
Karena itu, setiap keluhan publik harus dijadikan bahan evaluasi yang konstruktif, bukan sekadar reaksi sesaat.
“Kami memahami bahwa RSUD menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi anggaran maupun sistem operasional,” tegasnya.
Namun, untuk peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama yang dilakukan pihak rumah sakit.
Pihaknya, akan terus mendorong agar pembenahan dilakukan secara menyeluruh—mulai dari aspek kebersihan, kenyamanan pasien, hingga transparansi biaya layanan.
“Kami berharap manajemen RSUD lebih terbuka, terhadap masukan masyarakat dan memperkuat komunikasi publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Komisi II DPRD Kota Banjar siap mengawal langkah-langkah perbaikan demi terciptanya pelayanan yang profesional dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Sebelumnya, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar viral usai diunggah salah satu akun medsos.
Baca Juga:Pelayanan Hingga Fasilitas RSUD Kota Banjar DisorotKantor Wali Kota Banjar Kebakaran, Dugaan Sementara Akibat Korsleting
Pemilik akun dalam unggahan videonya menyampaikan sejumlah catatan, pelayanan hingga kondisi di lingkungan RSUD Kota Banjar.
Salah satu yang menjadi perhatian, pemilik akun memiliki pengalaman yang dialami keluarganya sebagai pengguna BPJS Kesehatan.
Keluarganya menanyakan ketersediaan korset bagi pasien yang mengalami cedera setelah terjatuh.
Dalam video yang diunggah Selasa 15 September 2026, disebutkan mengenai ketersediaan korset, mengenai harga yang berbeda, kisaran Rp 400 – Rp600 ribu.
Karena pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan, sehingga dia mempertanyakan kenapa harus membayar. (Anto Sugiarto)
