Polemik Turbo Prioritas Maxim di Tasikmalaya! STT Soroti Potongan hingga 108 Persen

potongan Turbo Maxim di Tasikmalaya
Program Turbo Prioritas untuk pengemudi motor yang dipermasalahkan STT, Kamis (17/9/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Polemik potongan pendapatan pengemudi ojek online (ojol) Maxim di Kota Tasikmalaya belum menemukan titik temu.

Serikat Transportasi Tasikmalaya (STT) menilai persoalan bukan sekadar komisi aplikasi 0–8 persen, tetapi juga mekanisme program Turbo yang dinilai dapat membuat potongan terhadap penghasilan pengemudi membengkak.

Ketua STT, Eros Rosid mengatakan, hitungan potongan 28 persen yang sebelumnya disampaikan saat aksi merupakan simulasi pada kondisi tertentu.

Baca Juga:Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Disoal, ALB Klaim Forum Tetap Sah atas Persetujuan JabarAMI Kritik Wakil Rakyat yang Terlalu Sibuk Pencitraan

Menurutnya, angka tersebut justru merupakan gambaran potongan paling rendah apabila seluruh komponen diperhitungkan.

“Yang 28 persen itu sampel terendah. Padahal fakta di lapangan sekarang, yang mengambil Turbo jarang mendapatkan Rp150 ribu,” kata Eros, Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, program Turbo mengharuskan pengemudi mengeluarkan biaya di awal sebesar Rp15 ribu.

Nominal tersebut kemudian menjadi persoalan ketika pendapatan yang diperoleh pengemudi dari orderan Turbo tidak besar.

Sebagai ilustrasi, apabila pengemudi memperoleh pendapatan Rp150 ribu dari layanan Turbo, biaya Rp15 ribu setara dengan 10 persen.

Jika ditambah komisi 8 persen dan asumsi platform fee 10 persen, total potongan mencapai 28 persen.

Namun, kata Eros, persoalannya berubah ketika pendapatan pengemudi lebih kecil.

“Kalau kita asumsikan dapat Rp75 ribu, Turbo Rp15 ribu itu sudah 20 persen. Ditambah 10 persen dan 8 persen, jadi 38 persen,” ujarnya.

Baca Juga:Nurul Awalin Resmi Daftar Ketua Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Calon Tunggal Pegang Komando! Kendaraan Dinas TNI di Makodim 0612 Tasikmalaya Diperiksa, Utamakan Keselamatan 

Bahkan, jika pendapatan hanya Rp30 ribu, biaya Turbo Rp15 ribu sudah setara dengan 50 persen. Dengan tambahan komisi 8 persen dan asumsi platform fee 10 persen, totalnya bisa mencapai 68 persen.

Hitungan itu, lanjut Eros, bisa lebih ekstrem ketika pengemudi hanya mendapatkan Rp15 ribu dari orderan selama menggunakan Turbo. Dalam kondisi tersebut, biaya Turbo Rp15 ribu sendiri sudah setara 100 persen dari pendapatan.

“Kalau misalkan kita dapat dari Turbo hanya Rp15 ribu, 100 persen potongannya. Ditambah komisi 8 persen, berarti 108 persen. Itu yang menjadi sorotan utama,” terangnya.

Selain Turbo, Eros juga mempertanyakan mekanisme platform fee yang menurutnya tercermin dalam perbedaan tarif perjalanan jarak terdekat.

Ia mencontohkan, tarif yang sebelumnya sekitar Rp8.900 kini menjadi Rp9.200 atau naik Rp300. Namun, menurut hitungan yang ia lihat di lapangan, terdapat selisih sekitar Rp1.200 yang dikaitkan dengan platform.

0 Komentar