TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 99 mahasiswa asal Kabupaten Tasikmalaya dari 16 perguruan tinggi mendapat beasiswa biaya kuliah jenjang S1 dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya.
Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk subsidi biaya kuliah sebesar Rp2 juta per semester selama dua semester. Penerima merupakan mahasiswa yang memiliki KTP Kabupaten Tasikmalaya dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya serta Universitas Siliwangi di Kota Tasikmalaya.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota TasikmalayaHUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama Rakyat
“Alhamdulillah, 99 anak Kabupaten Tasikmalaya dari 16 perguruan tinggi mendapat beasiswa biaya kuliah S1 dari BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.
Menurut Cecep, program tersebut menjadi bentuk nyata pemanfaatan zakat, infak dan sedekah agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Ia menekankan, pendidikan tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan jenjang pendidikan formal. Karena itu, para mahasiswa penerima beasiswa diminta memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sungguh-sungguh.
Mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan studi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan. “Belajar itu tidak berujung,” tegasnya.
Cecep menilai, program beasiswa pendidikan merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Selain membantu mahasiswa memenuhi biaya kuliah, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari investasi SDM Kabupaten Tasikmalaya.
Karena itu, para penerima diminta tidak memandang beasiswa hanya sebagai subsidi biaya pendidikan. Di balik bantuan tersebut terdapat harapan agar mereka dapat berkembang, menyelesaikan pendidikan, dan kelak berkontribusi meningkatkan kehidupan masyarakat di daerah asalnya.
“Mungkin sekarang termasuk yang mustahil. Siapa tahu besok justru ada yang bisa mengangkat derajat masyarakat di tempatnya masing-masing,” pungkasnya. (obi)
