BANJAR, RADARTASIK.ID – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar menjadi sorotan. Itu setelah unggahan video di media sosial (medsos) milik salah satu akun TikTok menyoroti pelayanan di sana viral.
Dalam unggahan videonya, ia menyampaikan sejumlah catatan pelayanan hingga kondisi di lingkungan RSUD Kota Banjar.
Salah satu yang menjadi perhatian, pemilik akun memiliki pengalaman yang dialami keluarganya sebagai pengguna BPJS Kesehatan.
Baca Juga:PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan JudolDorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Masuk Status Jalan Provinsi
Keluarganya menanyakan ketersediaan korset bagi pasien yang mengalami cedera setelah terjatuh.
Dalam video yang diunggah Selasa 15 September 2026, disebutkan mengenai ketersediaan korset, mengenai harga yang berbeda, kisaran Rp 400 – Rp600 ribu.
Dia mempertanyakan kenapa harus membayar padahal sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Tidak hanya itu, pemilik akun menyoroti kondisi lingkungan RSUD Kota Banjar hingga fasilitas yang perlu mendapat perhatian serius.
Pemilik akun juga menyinggung persoalan piutang pasien umum, yang menyebut angka sekitar Rp439 juta periode Januari sampai September 2026.
Unggahan tersebut, sudah ditonton hampir mencapai 400 ribu dan di komentari mencapai 1.900 lebih komentar netizen.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Kota Banjar drg Eka Lina Liandari M.MRS membenarkan ada keluarganya pemilik akun yang dirawat di RSUD dan sudah pulang.
“Kami menyadari di bagian pelayanan ada kekurangan, dan sudah mengkonfirmasi ke pihak keluarga. Dan keluarga memohon maaf, terkait informasi yang didapat mengenai korset ada salah paham,” ujarnya, Rabu 16 September 2026.
Baca Juga:Bolong, Jalan Mayjen Lili Kusumah Kota Banjar Disebut Segera DiperbaikiKemarau Panjang, Ribuan Masyarakat, ASN Hingga Pelajar di Kota Banjar Salat Istisqo
Menurutnya, pasien dirawat di RSUD Kota Banjar dan sudah dianjurkan bedah syaraf. Namun terkait pemenuhan korset harus melalui mekanisme alur tersendiri.
Terkait kenapa korset harus dibayar yang mencapai Rp 400 – Rp 600 ribu itu, karena keluarga pasien bertanya ke petugas nakes apakah boleh beli di luar RSUD Kota Banjar (apotik).
“Karena di kami (RSUD Kota Banjar) sejak 2025 kemarin, untuk pemenuhan korset tidak tersedia (kosong),” jelasnya.
Menurutnya, harga yang diberikan petugas ke keluarga pasien adalah range (selisih) harga. Namun jika pasien merupakan pasien BPJS Kesehatan, itu sudah dicover.
Penjaminan korset tulang belakang bagi pasien peserta JKN sebesar Rp 385 ribu. Jika ada selisih harga di apotik, selisih itu yang harus dibayar oleh pasien.
