TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan terus didorong di Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan peningkatan keterampilan yang melibatkan ibu-ibu PKK dan anak sekolah di Balai Rumah Adat Desa Pakalongan, Kecamatan Sodonghilir, Kamis (27/8/2026). Dalam kegiatan itu, peserta di antaranya belajar membuat anyaman dari bahan bambu.
Camat Sodonghilir Asep Priyatna Saputra, S.STP., M.M., mengapresiasi kegiatan yang digelar PKK Desa Pakalongan bersama PKK Kecamatan Sodonghilir tersebut. Menurutnya, penguatan keterampilan menjadi kebutuhan penting karena tuntutan dunia kerja terus berkembang dan tidak hanya mengandalkan pendidikan formal.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
“Peningkatan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis,” ujarnya.
Kata dia, dunia global hari ini dan dunia kerja tidak hanya melihat dari pendidikan formal saja, tapi juga melihat keterampilan atau skill seseorang.
Ia mencontohkan, dalam persaingan kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri, kemampuan praktis menjadi salah satu faktor yang menentukan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.
“Contoh di lapangan kerja di luar negeri, tidak ditanya level pendidikan, tapi kemampuan individu mampu atau tidak,” katanya.
Asep menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga melibatkan anak-anak sekolah. Pelibatan generasi muda dinilai penting untuk mengenalkan pendidikan berbasis keterampilan sejak dini.
Menurutnya, pendidikan vokasi dapat menjadi salah satu bekal agar generasi muda tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan vokasi sangat penting karena bukan sekadar tahu teori. Vokasi melatih kita berani praktik, siap industri, dan ahli di bidangnya,” ucapnya.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, keterampilan yang diberikan diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas produktif. Masyarakat dapat mengembangkan kemampuan tersebut menjadi produk bernilai ekonomi, membuka usaha, sekaligus menciptakan peluang pendapatan baru di desa.
