CIAMIS, RADARTASIK.ID – Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Ciamis mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Selain kekeringan, kondisi lahan yang kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Berdasarkan data yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, sebanyak 33.878 jiwa mengalami kekurangan air bersih. Sementara itu, luas lahan hingga hutan yang terbakar mencapai 28,053 hektare.
Kondisi tersebut berpotensi meluas apabila hujan belum juga turun. Pemerintah Kabupaten Ciamis pun meminta seluruh unsur pemerintahan ikut turun membantu masyarakat yang terdampak, baik akibat kekurangan air bersih maupun Karhutla.
Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota TasikmalayaHUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama Rakyat
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN), Perumdam Tirta Galuh, hingga perangkat desa untuk berperan aktif membantu masyarakat. Menurutnya, penanganan dampak kemarau membutuhkan gotong royong seluruh pihak.
Kata Herdiat, sudah beberapa bulan hujan belum turun wilayah mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Pemerintah daerah terus berupaya membantu masyarakat yang mengalami kekeringan dengan mendistribusikan air bersih,” katanya kemarin.
Ia pun menjelaskan, masyarakat di wilayah perkotaan sebagian terbantu dengan layanan PDAM. Namun, belum seluruh wilayah dapat terjangkau jaringan PDAM sehingga pemerintah daerah terus melakukan pendistribusian air ke daerah yang membutuhkan.
“Daerah perkotaan mungkin terbantu oleh PDAM, Akan tetapi tetapi tidak semua terlayani PDAM, setiap hari tidak kurang dari 40 sampai 50 tangki air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air,“ ujarnya.
Herdiat juga meminta ASN dan perangkat desa tidak hanya membantu dalam penanganan langsung, tetapi turut memberikan edukasi kepada masyarakat. Penggunaan air secara bijak dinilai penting untuk menghadapi kemarau yang telah berlangsung cukup lama.
“ASN dan perangkat desa harus ikut mengedukasi masyarakat menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar empat bulan dengan bijak menggunakan air bersih,“ katanya.
Baca Juga:Pengayuh Becak di Manonjaya Terima Becak Listrik, Ini Pesan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Jejen JenalMagnet Pilpres 2029 Menguat, Waketum Golkar Ahmad Doli Tangkap Sinyal dari AHY
Selain kekurangan air bersih, ancaman kebakaran juga menjadi perhatian. Herdiat mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan karena kondisi lingkungan yang kering dapat memperbesar risiko kebakaran.
