TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kepedulian keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya diwujudkan melalui aksi solidaritas. Mereka menggalang dana untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta guru yang mengalami musibah kebakaran rumah.
Penyerahan bantuan hasil penggalangan dana tersebut berlangsung di Gedung PGRI Kota Tasikmalaya, Jumat (18/9/2026). Dana bantuan dikumpulkan dari seluruh anggota PGRI Kota Tasikmalaya. Penggalangan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan para guru terhadap sesama yang tengah menghadapi musibah.
Ketua PGRI Kota Tasikmalaya H Cecep Susilawan MM mengatakan, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari semangat organisasi. Menurutnya, PGRI tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi wadah yang memperkuat rasa kekeluargaan antaranggotanya.
Baca Juga:Misi Rahasia Ketua Gekrafs!Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!
“Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga keluarga besar yang saling peduli dan saling menguatkan ketika ada yang mengalami musibah,” ujar Cecep.
Sekretaris PGRI Kota Tasikmalaya Hj Affi Endah Navillah MPd menambahkan, bantuan yang disalurkan memang tidak serta-merta dapat mengganti seluruh kerugian maupun menghapus kesedihan yang dirasakan para korban.
Namun, kata dia, dukungan tersebut diharapkan menjadi tanda bahwa para korban tidak menghadapi musibah seorang diri. “Penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas dari keluarga besar PGRI Kota Tasikmalaya. Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesedihan atau mengganti semua yang hilang, tetapi kami berharap dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada kepedulian dan ada tangan-tangan yang ingin membantu,” tuturnya.
PGRI Kota Tasikmalaya juga mengajak seluruh anggotanya untuk terus menjaga semangat gotong royong, kebersamaan, kekompakan dan kepedulian. Sebab, dalam situasi musibah, kehadiran dan ketulusan untuk membantu dinilai memiliki arti penting bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami juga ingin mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga semangat gotong royong, kebersamaan, kekompakan, dan kepedulian. Karena pada saat musibah datang, yang paling berarti bukan hanya seberapa besar bantuan yang kita berikan, tetapi seberapa tulus kita hadir untuk sesama,” pungkasnya.(Firgiawan)
