TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Zaenal Walad Husen yang bekerja sebagai Chief Officer (Mualim 1 KM Virgo Transport 8) di Kapal Virgo Transport 8 yang menjadi salah satu korban tenggelam di Perairan Masalembu, Banjarmasin, diketahui merupakan sepupu dari Istri Bupati Tasikmalaya Hj Retno Widyastuti SE.
Hal tersebut dibenarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini menyebutkan Zaenal W Husen masih hilang dan dalam proses pencarian korban kapal Virgo yang tenggelam di perairan Masalembu.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya Roni AKS membenarkan bahwa salah satu Chief officer yang termasuk kedalam penumpang yang menjadi korban KM Virgo yang tenggelam merupakan sepupu dari istri Bupati Tasikmalaya.
Baca Juga:Dosen Unsil Kembangkan Metode Menulis Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar di SDN 01 PurbaratuSoal Gaji PPPK Berpotensi Dialihkan ke APBN, Pemkot Tasikmalaya Tunggu Kepastian
“Ya benar, termasuk Pak Zaenal W Husen. Dari 243 penumpang KM Virgo Transport yang sudah dievakuasi sebanyak 114 penumpang. Yang berhasil dievakuasi ada 108 penumpang yang selamat dan 6 penumpang meninggal dunia,” terang Roni.
Sementara itu, ungkap Roni, sepupu Istri bupati, yakni Zaenal W Husen merupakan salah satu korban tenggelam KM Virgo Transport dari 129 penumpang yang masih hilang dan dilakukan pencarian di perairan Masalembu, Banjarmasin.
“Kami BPBD Kabupaten Tasikmalaya terus secara real time melaksanakan monitor posko pencarian korban tenggelam KM Virgo bersama Kalak BPBD Banjarmasin,” ungkap Roni.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, tambah Roni, melalui BPBD terus memantau dan melakukan komunikasi dengan BPBD Banjarmasin, untuk perkembangan pencarian korban kapal Virgo transport yang tenggelam.
“Kita terus memantau kondisi dan pelaksanaan pencarian korban tenggelam termasuk kondisi Pak Zaenal Walad Husen. Jadi belum ditemukan sampai dengan sekarang. Korban yang belum ditemukan sampai saat ini 129 masih dalam pencarian termasuk Pak Zaenal W Husen,” tambah Roni.
Sebelum kejadian, tambah Roni, Zaenal Walad Husen hilang kontak sekitar pukul 14.00 pada tanggal 13 September 2026.
“Dan kapal tenggelam penuh di kedalaman 29 meter pada tanggal 17 September dan posisi kapal sudah bergeser sejauh kurang lebih 423 meter dari posisi awal,” ujarnya, menambahkan. (Diki Setiawan)
