Pemprov Jabar Instruksikan Pelajar SMA-SMK dan SLB Dites Kesehatan dan Urine, Kota Tasikmalaya Mulai Persiapan

tes urin siswa sma
gambar ilustrasi: google.gemini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sekolah-sekolah di Jawa Barat mulai bersiap membuka tahapan baru dalam pemantauan kesehatan siswa. Pemerintah provinsi menginstruksikan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB yang pelaksanaannya dimulai secara bertahap pada 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Cageur untuk mewujudkan generasi waluya, yakni generasi yang sehat dan memiliki kondisi kesehatan yang terjaga.

Dalam surat instruksinya, Pemprov Jawa Barat juga mengarahkan agar pemeriksaan tidak berhenti sebagai kegiatan sekali waktu. Hasil dan pelaksanaannya diharapkan dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan serta diintegrasikan dengan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Baca Juga:Pasca Digeledah KPK, Guru SMAN di Tasikmalaya Diberi Cuti untuk Bereskan MasalahKPK Geledah Rumah Guru di Tasikmalaya Terkait Dugaan Korupsi Penerimaan Maba Unsoed

Di Kota Tasikmalaya, instruksi tersebut telah diterima sekolah melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII sejak Rabu (16/9/2026). Namun, pemeriksaan belum mulai dilaksanakan karena sekolah masih menyiapkan tahapan awal.

Ketua MKKS SMK Kota Tasikmalaya, Japar Solihin MPd, mengatakan saat ini sekolah masih melakukan pemetaan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pemeriksaan.

“Untuk pemeriksaannya harus ada izin dari orang tua. Ada surat pernyataan bahwa orang tua mengizinkan,” ujar Japar kepada Radar, Jumat (18/9/2026).

Japar yang juga Kepala SMK Manangga Pratama menuturkan, mekanisme pemeriksaan kesehatan siswa sebenarnya telah berjalan di sekolahnya sebelum adanya instruksi tersebut. Selama ini, SMK Manangga Pratama mendapat pembinaan kesehatan dari Puskesmas Cipedes.

Petugas puskesmas secara berkala datang ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap siswa. Pola tersebut menjadi bagian dari kerja sama sekolah dengan fasilitas kesehatan dalam memantau kondisi kesehatan peserta didik.

“SMK Manangga itu sudah menjadi binaan puskesmas. Itu secara periodik ada datang ke anak, tapi kalau yang tes urine mah itu dari dulu itu disampling,” ungkapnya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar