Pemprov Jawa Barat Targetkan Tahun 2029 Kereta Api Bisa Sampai ke Pangandaran

Kereta api pangandaran
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar menjelaskan rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran, Jumat (18/9/2026) (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Wacana Reaktivasi jalur kereta api dari Banjar ke Pangandaran mulai memperlihatkan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jawa Barat) berkomitmen untuk serius merealisasikannya dengan target bisa rampung tahun 2029 mendatang.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menekankan pentingnya keterpaduan moda transportasi. Pembenahan tidak cukup hanya pada area bandara, tapi juga jalur lain. Di antaranya yakni kereta api yang belum diaktivasi sampai wilayah Pangandaran, serta akses transportasi lainnya yang bisa memfasilitasi wisatawan menuju destinasi wisata yang ada.

“Harus menyentuh akses transportasi lanjutan menuju deretan objek wisata unggulan, seperti Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran,” katanya.

Baca Juga:Misi Rahasia Ketua Gekrafs!Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan untuk reaktivasi jalur kereta Banjar-Pangandaran sudah kerap dibahas dan dikaji. Bahkan sudah diusulkan ke pemerintah pusat supaya bisa disetujui.

“Perhitungan kita cukup luar biasa terutama Banjar Pangandaran ini, jadi kita sudah usulkan juga ke kementerian perhubungan,” katanya usai upacara hari perhubungan di Bandara Nusawiru Jumat (18/9/2026).

Di samping itu, saat ini pihaknya juga sedang menyusun FS (Feasibility Study) atau studi kelayakan serta Detail Engineering Design (DED) sebagai bentuk keseriusan untuk merealisasikan reaktivasi jalur kereta tersebut. “Artinya ke depannya harapan kami nanti bisa ditawarkan ke investor,” katanya.

Ia mengatakan, reaktivasi tersebut memang sangat penting untuk Kabupaten Pangandaran, sebagai wilayah tujuan objek wisata.

“Karena sekali lagi wilayah Ibu Bupati ini sangat menarik gitu ya, sebagai destinasi wisata favorit ldi Jawa Barat cuman memang jadi masalah ada terkait dengan konektivitas,” ucapnya.

Ia mengatakan, jika sudah ada reaktivasi dari Banjar – Cijulang, aksesibilitas wisatawan bisa menjadi jadi lebih efektif. “Kalau misalkan di dalam renstra yang kita tawarkan sih, kurang lebih di 2028 – 2029 ya gitu,” jelasnya.

Dalam perencanaan tersebut, pihaknya menawarkan ke beberapa investor, karena jika bergantung kepada anggaran pemerintah dirasa cukup berat.

Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !

“Yang pasti cukup besar dan ini masalah waktu ya, juga nanti ditentukan oleh investor, nanti yang akan berinvestasi di sektor perhubungan ini,” ujarnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar