Menurutnya, pemantauan di lapangan juga terus dilakukan untuk melihat respons masyarakat serta kondisi arus lalu lintas setelah adanya perubahan tersebut. Petugas Dishub ditempatkan di titik-titik penutupan untuk memastikan kendaraan tidak masuk ke ruas yang ditutup dan tetap mengikuti jalur yang telah ditentukan.
“Diawasi petugas yang standby di titik penutupan,” ucapnya.
Mengenai kondisi selama beberapa hari penerapan penutupan, Dishub masih melakukan pemantauan. Pengendara secara bertahap dinilai mulai beradaptasi dengan jalur alternatif yang diberlakukan.
Evaluasi selama 30 hari tersebut akan menjadi momentum penting bagi Pemkot Tasikmalaya untuk menilai efektivitas kebijakan penutupan Jalan Utama Dadaha. Selain memperhatikan kelancaran lalu lintas, evaluasi juga akan mempertimbangkan kondisi kawasan Dadaha secara keseluruhan.
Baca Juga:Kondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi InformasiJenggot Putih Yanto Oce!
Dengan demikian, keputusan apakah penutupan Jalan Utama Dadaha akan diterapkan secara permanen atau tidak belum ditetapkan. Pemkot Tasikmalaya masih menunggu hasil pemantauan dan evaluasi selama masa uji coba berlangsung. (Ujang Nandar)
