Permurtadan Berkedok Healing Gratis Menyasar Warga Kota Tasikmalaya, MUI Minta Pemimpin Waspada 

dugaan permurtadan berkedok healing gratis 
Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi. istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dugaan permutadan dengan modus healing gratis ternyata sempat menyasar warga Kota Tasikmalaya. Tak tanggung-tanggung korbanya hampir 60 orang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya membenarkan adanya laporan tersebut.

MUI pun menyoroti dugaan ajakan berpindah keyakinan yang menyasar sejumlah warga Kota Tasikmalaya itu melalui kegiatan yang awalnya dikemas sebagai healing atau perjalanan gratis.

Berdasarkan informasi yang diterima MUI, sekitar 60 orang berangkat menggunakan dua bus dalam kegiatan yang disebut melibatkan warga Kecamatan Tamansari dan sebagian wilayah Nagarawangi.

Baca Juga:Uang Palsu Dicetak di Kota Tasikmalaya, FOSSMA Ingatkan Pengusaha Percetakan soal Jerat HukumPramuka SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Gerakkan 2 Kersa 4B! Ajarkan Berbagi Tanpa Menunggu Lebih

“Yang berangkat ke sana dua bis, 60 orang,” ujar Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, pada awalnya kegiatan tersebut disebut sebagai agenda healing.

Bahkan, salah seorang yang disebut inisiatornya dan terlibat adalah seorang pria inisial D yang merupakan aparatur sipil negara (ASN).

KH Aminudin menjelaskan, ajakan tersebut pada mulanya dikaitkan dengan kegiatan pribadi dan terapi.

Namun, dalam perkembangannya, masyarakat yang ikut disebut mendapat fasilitas perjalanan secara cuma-cuma, mulai dari transportasi hingga konsumsi.

“Diajak healing, bus gratis, makan dikasih, penginapan juga. Semua ditanggung gratis,” katanya.

Persoalan kemudian menjadi perhatian karena berdasarkan pengakuan warga saat dimintai keterangan di kepolisian, kegiatan tersebut diduga tidak sebatas perjalanan untuk rekreasi atau healing.

Warga disebut memperoleh fasilitas dan kemudian diarahkan pada kegiatan di tempat peribadatan dengan keyakinan berbeda.

Baca Juga:Uang Palsu 100 Ribu Diproduksi di Cipedes Kota Tasikmalaya, Camat Singgung Godaan Bisnis IlegalHIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Warga Tak Terpancing Isu Nasional! Jaga Kondusivitas, Ekonomi Harus Tetap Jalan

KH Aminudin menyebut, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena masyarakat bisa saja mengikuti ajakan tanpa mengetahui secara utuh tujuan kegiatan sejak awal.

“Karena kepolosannya,” ujarnya.

Ia menilai faktor ekonomi menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai.

Fasilitas gratis seperti kendaraan, makan, tempat beristirahat, hingga kemungkinan memperoleh sesuatu ketika pulang, menurutnya, dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat.

“Healing gratis, mobil gratis, tidur gratis, makan gratis. Terkadang pulangnya dapat sesuatu, lumayan,” kata KH Aminudin.

Meski demikian, ia menyebut berdasarkan pengakuan yang diterimanya, perjalanan tersebut baru dilakukan sekali. Peristiwa itu disebut berlangsung sekitar akhir Juli 2026.

0 Komentar