TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Semangat berbagi tak harus menunggu punya banyak. Pesan itu yang coba ditanamkan Pramuka SDN 2 Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, melalui gerakan 2 Kersa 4B selama Bulan Bakti Pramuka, 1–31 Agustus 2026.
Gerakan tersebut menjadi bentuk aksi nyata peserta didik dalam mengisi Bulan Bakti Pramuka.
Kegiatan dilaksanakan mengacu pada rangkaian program Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Tasikmalaya, yang selain menggelar Upacara ke-65 Pramuka juga mendorong gugus depan melaksanakan kegiatan Pramuka Menanam, pemilahan sampah dan Pramuka Berbagi.
Baca Juga:Uang Palsu 100 Ribu Diproduksi di Cipedes Kota Tasikmalaya, Camat Singgung Godaan Bisnis IlegalHIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Warga Tak Terpancing Isu Nasional! Jaga Kondusivitas, Ekonomi Harus Tetap Jalan
Kepala SDN 2 Kersanagara, Rina Nurlina, SPd mengatakan, melalui 2 Kersa 4B, para siswa diajak memahami bahwa Pramuka bukan sekadar soal keterampilan dan kemandirian, tetapi juga kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
“Menjadi Pramuka bukan hanya tentang keterampilan, tetapi juga bagaimana kita dapat memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan,” kata Rina, Rabu (26/8/2026).
Konsep 2 Kersa 4B diwujudkan dalam empat bentuk berbagi, yakni Berbagi Makanan, Berbagi Barang, Berbagi Bakat dan Berbagi Bantuan.
Berbagi makanan dilakukan dengan memberikan makanan sehat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara berbagi barang diwujudkan melalui pengumpulan barang bekas nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomis, serta tanaman.
Adapun berbagi bakat dilakukan melalui kegiatan menanam pohon dan membuat berbagai kreasi ramah lingkungan, seperti tempat sampah organik dan pot dari botol bekas.
Sedangkan berbagi bantuan diwujudkan dengan memberikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan, membantu teman yang memerlukan sepatu atau perlengkapan sekolah, hingga ikut membersihkan lingkungan di luar sekolah.
Baca Juga:Ciamis Juara Umum PORSENI Madrasah Jabar 2026, Tasikmalaya Bayangi di Posisi Kedua dan KetigaSering Dampingi Warga, Diky Candra Dilirik Legislator hingga Muncul Isu Masuk NasDem
Menurut Rina, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai yang selama ini dipelajari.
Anak-anak diajak berbagi sesuai kemampuan, termasuk melalui Bumbung Pramuka.
“Anak-anak belajar bahwa kebaikan tidak harus dalam bentuk yang besar. Berbagi beras, memberikan barang yang masih layak, menggunakan bakat untuk membantu, menolong teman, menanam pohon maupun membersihkan lingkungan, semuanya adalah bentuk pengabdian dan kebaikan,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membiasakan siswa peduli dan peka terhadap kebutuhan orang lain.
Anak-anak juga dilatih agar memiliki kemauan berbagi tanpa harus menunggu memiliki sesuatu secara berlebihan.
