Di sisi lain, gerakan itu diharapkan mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, gotong royong, tanggung jawab, kreativitas dan jiwa pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka.
Rina berharap, semangat berbagi tidak berhenti ketika Bulan Bakti Pramuka berakhir.
Sebab, menurutnya, pendidikan karakter justru akan lebih berarti ketika nilai yang dipelajari di sekolah terbawa menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Uang Palsu 100 Ribu Diproduksi di Cipedes Kota Tasikmalaya, Camat Singgung Godaan Bisnis IlegalHIPMI Kota Tasikmalaya Ajak Warga Tak Terpancing Isu Nasional! Jaga Kondusivitas, Ekonomi Harus Tetap Jalan
“Kami ingin budaya berbagi dan peduli menjadi kebiasaan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Dengan 2 Kersa 4B, kegiatan Pramuka di SDN 2 Kersanagara pun tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Di tengah kebiasaan mengejar banyak hal, anak-anak justru diajak belajar satu hal sederhana: menjadi bermanfaat tidak harus menunggu menjadi hebat.
Dari makanan, barang bekas, tanaman hingga tenaga untuk membersihkan lingkungan, semuanya bisa menjadi jalan kecil menuju kebaikan yang lebih besar. (rezza rizaldi)
