TASIKMALAYA, RADARTASIK.IE – Organisasi Tani Lokal (OTL) Serikat Petani Pasundan (SPP) Cineam menggelar syukuran bersama di lahan perjuangan bekas perkebunan PT Wiria Cakra, Dusun Tanjungsari, Desa Nagar Tengah, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut diikuti ratusan anggota tani, Sabtu 2 Oktober 2026.
Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sesepuh setempat juga turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.
Sejak kegiatan dimulai, para anggota tani berkumpul bersama di lokasi lahan perjuangan. Hidangan untuk peserta disiapkan secara gotong royong oleh ibu-ibu tani sebagai bentuk kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga:Musim Kemarau Panjang, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Bersama Para PetaniPortal Papayan-Cikalong Dipersoalkan, Pengusaha Minta Truk Legal Tak Dibatasi
Ketua OTL SPP Cineam Eris Ruswandi mengatakan, syukuran digelar bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi menjadi bentuk rasa syukur atas kebersamaan dan kekompakan para petani yang selama ini tetap terjaga.
“Syukuran ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. Alhamdulillah, sampai sekarang kebersamaan dan kekompakan anggota masih tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, lahan tersebut memiliki arti penting bagi para anggota OTL SPP Cineam. Selain menjadi tempat untuk menjalankan aktivitas pertanian, lahan perjuangan itu juga menjadi bagian dari harapan petani untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Bagi kami, lahan ini bukan hanya tempat untuk bertani. Ada harapan keluarga dan masa depan anak-anak kami di sini. Karena itu, lahan ini akan terus kami jaga dan kami olah dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia menegaskan, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama para petani dalam menjalankan aktivitas di lapangan. Karena itu, kegiatan syukuran sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan menjaga komunikasi antaranggota.
“Kami ingin kebersamaan ini terus dipertahankan. Jangan sampai perjuangan yang sudah dilakukan membuat kami terpecah. Justru dengan kebersamaan, kami bisa saling menguatkan dan bekerja sama,” tuturnya.
Selain memperkuat hubungan antaranggota, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan antara petani dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan sekitar.
Baca Juga:Bangun Sinergi dengan KPAID, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Formulasi Tangani Bullying di MadrasahPotensi Zakat Dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya Tembus Rp 4,5 Miliar, Ini Kata BAZNAS
Sementara itu, salah seorang perwakilan petani menyampaikan bahwa kegiatan syukuran menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan perjuangan para petani dalam mendapatkan kesempatan mengelola lahan.
