TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Papan larangan membuang sampah rupanya belum cukup membuat kawasan Jalan Sewaka, Kota Tasikmalaya, terbebas dari tumpukan sampah.
Meski berkali-kali dibersihkan petugas, lokasi tersebut kembali berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Kondisi itu membuat warga sekitar geram.
Sebab, persoalan di lokasi tersebut bukan lagi sekadar soal sampah yang menumpuk, tetapi juga menyangkut efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap warga yang masih nekat membuang sampah sembarangan.
Baca Juga:HUT Ke-81 TNI di Kota Tasikmalaya: Kekuatan Prajurit Ditegaskan Harus Selalu Bersama RakyatWarga Tolak Alih Fungsi 17 Hektare Sawah Setiajaya Kota Tasikmalaya, Ingatkan Larangan Gubernur Jabar
Salah seorang warga, Dadang, mengatakan tumpukan sampah hampir selalu muncul setiap hari.
Bahkan, sampah kembali terlihat tak lama setelah petugas kebersihan mengangkut dan membersihkan lokasi.
“Lokasi ini dibersihkan, tidak lama ada lagi. Selalu begitu,” kata Dadang.
Menurut dia, aktivitas pembuangan sampah biasanya diduga dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti menjelang subuh hingga pagi hari.
Warga yang hendak beraktivitas maupun pergi ke pasar diduga menjadi salah satu yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk membuang sampah.
“Kayaknya sambil mau berangkat ke pasar,” terangnya.
Kondisi itu, kata Dadang, menunjukkan bahwa keberadaan papan larangan belum cukup menjadi efek jera.
Larangan hanya menjadi papan jika tidak diikuti pengawasan dan tindakan terhadap pelanggarnya.
Baca Juga:HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Tak Mau Sekadar Seremoni, Viman Dorong City Branding dan 25 Event KolaboratifGebyar Mancing Siliwangi Warnai HUT ke-81 TNI, Kodim 0612 Tasikmalaya Dekatkan Diri dengan Warga
Dia berharap penanganan sampah liar di Jalan Sewaka tidak berhenti pada rutinitas mengangkut tumpukan sampah.
Menurutnya, perlu ada langkah yang lebih tegas untuk mencari dan menindak pihak yang membuang sampah sembarangan.
“Harus ada langkah yang lebih nyata. Misalnya, siapa yang membuang sampah sembarangan ditindak,” tegasnya.
Dadang menilai, apabila penanganan hanya dilakukan dengan mengangkut sampah, masalah tersebut akan terus berputar. Sampah dibersihkan, beberapa waktu kemudian muncul lagi, dan begitu seterusnya.
“Kalau cuma dibersihkan, besok atau lusa pasti ada lagi. Jadi harus dicari juga siapa yang membuangnya,” pungkasnya. (ujang nandar)
