PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, akan membangun jembatan permanen di tempat yang berbeda dari jembatan Gantung Pongpet. Namun lokasinya tetap berada di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang dan titiknya tidak terlalu jauh.
Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin mengatakan Pemprov Jabar memilih lokasi lain yang lebih dekat untuk pembangunan jembatan permanen.
“Jembatan yang akan dibangun itu, direncanakan memiliki panjang sekitar 40 meter, lebih pendek dibandingkan jembatan gantung Pongpet yang mencapai 63 meter,” katanya kepada Radar Rabu (16/9/2026)?
Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !
Menurutnya, jembatan gantung pongpet memiliki panjang 63 meter. Sementara untuk jembatan permanen, akan dibangn dengan panjang 40 meter. “Jadi agak murah ataupun tidak kemahalan, maka cari tempat atau titik yang agak dekat,” ujarnya.
Saat ini, dua tim dari Pemprov Jabar sudah melakukan peninjauan ke lokasi. Tim pertama mengukur kontur tanah untuk menentukan kedalaman pondasi, dan tim kedua meninjau lokasi dari sisi jarak dan lebar jembatan.
Enceng memperkirakan pembangunan baru dapat direalisasikan pada tahun 2027 jika anggarannya mengandalkan APBD Provinsi Jawa Barat.
“Kalau memang mengandalkan APBD provinsi ya pasti paling tidak tahun 2027. Tapi kalau misalkan ada dana taktis, misalkan BTT atau belanja tidak terduga yang nominalnya fantastis, ya mungkin bisa juga dibangun akhir tahun ini,” katanya.
Ia berharap, Pemprov Jabar dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sehingga pembangunan bisa dipercepat dan masuk dalam perubahan anggaran 2026. “Kalau misalkan murni tahun 2027 ya berarti pertengahan tahun 2027,” ucapnya
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan warga, terutama untuk mendukung aktivitas pertanian. Akses tersebut diperlukan agar kendaraan roda empat dapat mengangkut hasil pertanian tanpa harus memutar jauh.
Selama ini, kendaraan dari arah selatan harus melewati empat desa, sedangkan dari arah utara harus melalui lima desa. “Mudah mudahan jembatan permanen segera dibangun karena akses yang lebih pendek bisa memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendorong perekonomian,” ujarnya.(den)
