Kekeringan Semakin Meluas, 33.878 Warga Kabupaten Ciamis Terdampak Kekurangan Air

Kekeringan ciamis
Petugas BPBD Kabupaten Ciamis melakukan drop air bersih di beberapa tempat. (Istimewa)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Kekeringan akibat musim kemarau mulai meluas di Kabupaten Ciamis. Hingga 15 September 2026, sebanyak 20 dari 27 kecamatan telah melaporkan dampak kekeringan yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, BPBD Kabupaten Ciamis bersama berbagai pihak telah melakukan pendistribusian bantuan air bersih sejak musim kemarau berlangsung. Hingga saat ini, tercatat 46 kejadian kekeringan di Kabupaten Ciamis.

“Kejadian kekeringan ini membuat 33.878 jiwa mulai kekurangan air bersih dari 20 Kecamatan dan 46 desa se Kabupaten Ciamis,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga:Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Temui Warga di Cibeureum Kota TasikmalayaHUT ke-25, DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bersama Rakyat

Menurutnya, masyarakat terdampak telah mendapatkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau. BPBD juga terus membuka laporan dari masyarakat maupun wilayah yang mengalami kesulitan air bersih untuk ditindaklanjuti dengan pendistribusian.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, BPBD Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh, perbankan, TNI, Polri, PMI, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.

“Kalau ditotal dalam distribusi air bersih sudah mencapai 1.364.000 liter atau 286 tangki,” ujarnya.

Ani menambahkan, seiring meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama seluruh pihak terkait berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Kita membantu distribusi air bersih ke masyarakat terus dijalankan selama dibutuhkan masyarakat. Sehingga kita akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyesuaikan pengiriman berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah supaya berjalan maksimal,” katanya. (riz)

0 Komentar