Kredit Tumbuh 3,26 Persen, NPL Priangan Timur Mendekati Batas 5 Persen

kinerja sektor jasa keuangan Priangan Timur
Kepala OJK Tasikmalaya, Nova Hermawati. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Sementara itu, sembilan entitas LKM/S mencatat total aset Rp98,71 miliar. Dana yang dihimpun melalui simpanan atau DPK mencapai Rp85,24 miliar, sedangkan pinjaman yang diberikan sebesar Rp73,56 miliar.

Berbeda dengan pergadaian, total aset LKM/S menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi OJK, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat penghimpunan dana, sekaligus meningkatkan kualitas dan efektivitas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.

Baca Juga:Perjalanan SMPN 2 Tasikmalaya Membuat Sekolah Aman, Anak Nyaman! Jangan Cuma Jadi Jalan ke Pangandaran, Goa Cikapinis Didorong Jadi Magnet Wisata Karangnunggal

Tak hanya mengawasi industri, OJK Tasikmalaya juga memperkuat edukasi dan pelindungan konsumen.

Sepanjang Januari hingga 20 Agustus 2026, OJK Tasikmalaya telah menggelar 117 kegiatan edukasi keuangan dengan total peserta mencapai 79.100 orang.

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, perempuan atau ibu rumah tangga, profesional hingga penyandang disabilitas.

Melalui program Gerakan Edukasi Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS), edukasi telah menjangkau 31 sekolah dengan 10.919 siswa.

OJK juga mengoptimalkan kegiatan yang memiliki efek berantai melalui Training of Trainers (ToT) bagi kepala sekolah dan guru di Kabupaten Ciamis, penyuluh agama di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, serta Karang Taruna Kota Tasikmalaya.

Dari sisi pelindungan konsumen, OJK Tasikmalaya telah memberikan 1.012 layanan konsultasi dan pengaduan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 98,96 persen.

Selain itu, sebanyak 7.417 layanan informasi debitur (iDeb) melalui SLIK telah diberikan, terdiri atas 4.402 layanan secara langsung atau walk-in dan 3.015 layanan online.

Baca Juga:Permurtadan Berkedok Healing Gratis Menyasar Warga Kota Tasikmalaya, MUI Minta Pemimpin Waspada Uang Palsu Dicetak di Kota Tasikmalaya, FOSSMA Ingatkan Pengusaha Percetakan soal Jerat Hukum

OJK Tasikmalaya juga melakukan sembilan fasilitasi terbatas atau audiensi untuk mengoptimalkan penyelesaian pengaduan konsumen.

Sementara melalui Satgas PASTI, pengawasan terhadap aktivitas keuangan ilegal terus diperkuat.

Salah satunya terkait kasus titik limit paylater di Kabupaten Ciamis yang mengakibatkan kerugian lebih dari Rp500 juta terhadap 40 korban.

Seorang terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian pada 23 Juli 2026 dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

OJK Tasikmalaya memastikan sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat untuk mengembangkan sektor jasa keuangan yang sehat dan terpercaya.

Fokusnya mencakup peningkatan pelindungan konsumen, perluasan akses keuangan, serta penguatan literasi masyarakat.

Dengan pertumbuhan kredit, transaksi pasar modal, dan jumlah investor yang terus meningkat, tantangannya kini bukan sekadar bagaimana membuat sektor jasa keuangan tumbuh lebih tinggi.

0 Komentar