Kondisi ini memperlihatkan perbankan masih menjadi salah satu penopang penting bagi UMKM yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi daerah.
Dari sisi penghimpunan dana, masyarakat Priangan Timur masih lebih banyak menyimpan dana dalam bentuk tabungan.
Nilai tabungan mencapai Rp25,81 triliun atau 69,52 persen dari total DPK. Disusul deposito Rp7,29 triliun atau 19,64 persen dan giro Rp4,03 triliun atau 10,85 persen.
Baca Juga:Perjalanan SMPN 2 Tasikmalaya Membuat Sekolah Aman, Anak Nyaman! Jangan Cuma Jadi Jalan ke Pangandaran, Goa Cikapinis Didorong Jadi Magnet Wisata Karangnunggal
Komposisi tersebut menunjukkan instrumen simpanan masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam menempatkan dananya di perbankan.
Secara spasial, aktivitas perbankan masih terkonsentrasi di Kota Tasikmalaya. Total aset perbankan di Kota Tasikmalaya mencapai Rp40,56 triliun, DPK Rp15,72 triliun, dan kredit Rp20,62 triliun.
Meski begitu, kabupaten dan kota lain di Priangan Timur juga terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
Geliat sektor jasa keuangan juga terlihat dari pasar modal. Nilai pembelian saham hingga Juni 2026 mencapai Rp996,07 miliar, melonjak 116,23 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar Rp460,65 miliar.
Nilai penjualan saham juga tumbuh 112,02 persen menjadi Rp927,26 miliar, dari sebelumnya Rp437,34 miliar.
Lonjakan transaksi tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan jumlah investor.
Jumlah investor saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) mencapai 246.382 investor, tumbuh 38,44 persen yoy.
Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada investor reksa dana. Jumlah SID reksa dana mencapai 867.248 investor, meningkat 118,64 persen yoy.
Baca Juga:Permurtadan Berkedok Healing Gratis Menyasar Warga Kota Tasikmalaya, MUI Minta Pemimpin Waspada Uang Palsu Dicetak di Kota Tasikmalaya, FOSSMA Ingatkan Pengusaha Percetakan soal Jerat Hukum
Sementara itu, jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 18.565 investor, tumbuh 30,69 persen.
Data tersebut menunjukkan investasi semakin akrab dengan masyarakat. Pasar modal yang dulu terkesan menjadi arena eksklusif kini mulai ramai didatangi investor dari berbagai kalangan.
Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), OJK Tasikmalaya mengawasi 10 entitas Pergadaian dan LKM/S, terdiri atas satu entitas pergadaian dan sembilan entitas LKM/S.
Secara agregat, total aset kedua sektor tersebut mencapai Rp110,82 miliar, dengan total pendanaan Rp90,34 miliar dan total penyaluran Rp80,07 miliar.
Di sektor pergadaian, total aset tumbuh 20,73 persen yoy, sedangkan pinjaman yang diberikan meningkat 25,17 persen yoy.
Namun, pinjaman yang diterima justru terkontraksi 20,31 persen yoy. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan meningkat dengan dukungan sumber pendanaan yang lebih optimal.
