Rekayasa Lalu Lintas Dadaha Tasikmalaya! Keramaian Disebar, Konflik Jangan Ikut Melebar

rekayasa lalu lintas Dadaha
Kendaraan kini tak bisa melintasi jalan di depan GOR Sukapura hingga GGM Dadaha Kota Tasikmalaya, Jumat (21/8/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Menurut dia, lalu lintas hanya satu bagian dari penataan yang juga mencakup PKL, parkir dan aktivitas kawasan.

Gumilar mengakui kondisi jalan di kawasan Dadaha belum ideal jika arus dari jalan utama dilimpahkan ke ruas jalan yang lebih kecil.

“Nah, itulah yang menjadi tantangan. Kalau kita secara kaji teknis, kondisinya kan tidak ideal. Bagaimana jalan yang utama kita limpahkan ke jalan-jalan kecil yang ada di sekitar Dadaha,” katanya.

Baca Juga:Kasus Pembunuhan di Karangjaya Tasikmalaya, Polisi Tegaskan Tersangka Terancam 15 Tahun PenjaraRumah Lansia di Purbaratu Tasikmalaya Hangus Terbakar, Diduga Berawal dari Kompor Dapur

Dalam skema baru tersebut, Jalan Dadaha pada ruas Simpang Gedung GGM hingga Simpang GOR Susi Susanti ditutup. Sejumlah ruas juga diubah menjadi sistem satu arah (SSA).

Dishub memprediksi salah satu titik rawan kepadatan berada di Simpang Cikalang dekat GGM. Pengaturan arus dilakukan untuk mengurangi pertemuan kendaraan di titik tersebut.

Konsekuensinya, pengguna jalan harus menempuh rute lebih panjang.

“Imbasnya mungkin kemacetan tidak akan terjadi, tapi pengguna jalan akan dikorbankan untuk menempuh rute yang lebih panjang,” ujar Gumilar.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas memang tidak pernah gratis.

Jika kemacetan ingin ditekan, ada pengguna jalan yang harus membayar dengan tambahan jarak, waktu dan kesabaran.

Dishub sendiri menyiapkan sejumlah kantong parkir off street, antara lain di halaman Gedung GGM, GOR Susi Susanti, Gedung Kesenian dan Taman Parkir Kompleks Dadaha.

Sementara parkir on street disiapkan di sejumlah ruas sekitar kawasan.

Gumilar memastikan kebijakan tersebut akan dievaluasi apabila ditemukan persoalan di lapangan.

Baca Juga:OJK Tasikmalaya Terus Ingatkan Pelajar: Jangan Sampai Uang Saku Habis di JudolTPP ASN Pemkot Tasikmalaya Resmi Dipangkas, Kelas Jabatan Tinggi Terima 75 Persen

Sebab, jargon menyebar keramaian kini tidak cukup hanya diuji di atas peta. Di jalan, yang ikut menyebar bisa saja bukan hanya keramaian, tetapi juga kepadatan, jarak tempuh, risiko kecelakaan dan potensi konflik. (rezza rizaldi)

0 Komentar