OJK Tasikmalaya Terus Ingatkan Pelajar: Jangan Sampai Uang Saku Habis di Judol

OJK Tasikmalaya edukasi pelajar tentang judi online
Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia saat mengedukasi pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya soal bahaya judol, Rabu (19/8/2026). istimewa for radartasik.id 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Uang saku boleh tipis, tetapi jangan sampai masa depan ikut menipis gara-gara salah mengelola keuangan.

Pesan itu menjadi salah satu perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya saat memberikan edukasi keuangan kepada 80 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.

Baca Juga:TPP ASN Pemkot Tasikmalaya Resmi Dipangkas, Kelas Jabatan Tinggi Terima 75 PersenRekayasa Lalu lintas Dadaha Kota Tasikmalaya untuk Sebar Keramaian, Ada Pengguna Jalan yang Dikorbankan

Edukasi tidak hanya mengajak pelajar membangun kebiasaan menabung sejak dini, tetapi juga membekali mereka agar lebih waspada terhadap berbagai risiko keuangan, termasuk judi online (judol).

Materi disampaikan secara interaktif dengan mengambil contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Para pelajar diajak belajar mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk ditabung, hingga memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk mendukung cita-cita.

Asisten Manajer Kantor OJK Tasikmalaya, Andriani Alfiah Kurnia mengatakan, kebiasaan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia sekolah.

“Cita-cita tidak hanya membutuhkan semangat untuk belajar, tetapi juga perlu didukung dengan kebiasaan merencanakan keuangan. Mulailah dari hal sederhana: atur uang saku, sisihkan untuk menabung, dan jangan mudah menghabiskan uang hanya karena mengikuti keinginan,” ujar Andriani, Kamis (20/8/2026).

Judol Dikemas Seperti Game, Pelajar Diminta Waspada

Di balik ajakan gemar menabung, OJK Tasikmalaya juga menyoroti ancaman judi online yang kini dapat dikemas menyerupai permainan daring.

Pelajar dikenalkan dengan sejumlah ciri yang patut diwaspadai. Di antaranya, permainan yang meminta deposit atau top up untuk mendapatkan peluang memperoleh uang atau hadiah bernilai uang, menawarkan keuntungan secara cepat, serta mendorong pemain terus mempertaruhkan uang setelah mengalami kekalahan.

Baca Juga:Pelatihan Karir UMB Dorong Siswa SMK Mitra Batik Siap Hadapi Dunia KerjaDesil Bukan Label Kaya, BPS Kota Tasikmalaya Ingatkan Data Penentu Subsidi Pertalite Harus Dibaca Hati-Hati

Andriani mengingatkan agar pelajar tidak mudah terkecoh oleh tampilan permainan yang menarik maupun iming-iming memperoleh uang secara instan.

“Kalau sebuah game meminta kita mempertaruhkan uang dengan harapan mendapatkan uang yang lebih besar berdasarkan hasil permainan atau keberuntungan, itu sudah menjadi tanda yang harus diwaspadai. Jangan sampai keinginan mendapatkan uang secara instan justru merusak masa depan,” terangnya.

Menurutnya, kemampuan mengenali risiko keuangan sejak dini menjadi bagian penting dari kecakapan finansial.

0 Komentar